PTSL DI DESA TEMBONG LIBATKAN KOMPONEN MASYARAKAT

  • Bagikan

Pandeglang ■ Adang Kosasih S.Pd Kepala Desa Tembong Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang layak dijuluki sang skenario soal siapa dan bagaimana yang harus melakukan sebuah peran dalam Program Pendaftaran Tanah sistimatis Lengkap (PTSL) Alhasil Adang meramu semua komponen Masyarakat mulai dari Ketua RT.RW Kepala Dusun,Karang Taruna,LPM,Staf Desa,Linmas, hingga Badan permusyawaratan Desa (BPD),menjadi sebuah komposisi yang saling melengkapi.Dari hasil kolaborasi tersebut maka menghasilkan Panitia yang bersifat non formal seperti Ketua adalah Ketua BPD,Wakil Ketua adalah Ketua LPM,bertindak sebagai Sekretaris dari Ketua Karang Taruna sementara Keuangan dipercayakan pada Kasat Linmas dari komposisi tersebut Kepala Dusun.Ketua RT dan RW ada di posisi juru penentu sebagai anggota.Lalu dimana posisi Kepala Desa? ’Kepala Desa sebagai penanggung jawab Program.’ Tukas Adang pada Media ini.

‘PTSL itu merupakan program yang cukup penting bagi Masyarakat Desa Tembong agar Mereka segera memperoleh bukti kepemilikan Tanah secara legal dalam bentuk sertifikat,dimana jumlah ukuran luas yang dahulu bersifat sementara baik melalui keterangan kwitansi jual beli maupun dari Akta Jual Beli.Kenapa hal itu Saya katakan begitu penting.Karena Tanah merupakan kebutuhan awal bagi berlangsungnya sebuah kehidupan itu sendiri.’ Terang Adang.

Adapun menurut Adang, untuk warga yang terkendala dalam soal pengukuran dari pertugas yang ditunjuk oleh Institusi terkait seperti BPN contohnya bagi Mereka yang sudah memiliki sertifikat awal, maka warga tidak lagi harus mendaftarkan diri sebagai peserta program tersebut.Akan tetapi bagi Warga yang Tanahnya belum tersertifikasi pihaknya masih membuka pendaftaran peserta yang bersekretariat di Kantor Kepala Desa Tembong.

Program PTSL itu berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama Tiga Menteri dan diluncurkan di akhir Tahun yang bershio hewan babi jika menurut kepercayaan yang di anut warga tiongkok dan Program PTSL direncanakan rampung pada Tanggal 15 Desember 2019 mendatang.’ Semoga kuota yang ditargetkan 1500 Buku untuk Desa Tembong berjalan lancar dan kondusif.’ Harap Adang mengakhiri perbincangan dengan Wartawan di akhir Pekan.*** (Rusdi)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: