Warga Way Khilau Sambut Bupati Pesawaran dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H

  • Bagikan

GLOBAL TV INVESTIGASI NEWS ■ PESAWARAN – Ribuan kaum muslimat kecamatan Way Khilau krumuni kehadiran bupati Pesawaran H.Dendi Rhamadona.K.ST, dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H, di desa kota Jawa, saat terpantau globaltvinvestigasinews.com.Senin (18/11).

Selain bupati Pesawaran, hadir juga anggota DPRD Pesawaran H.Saifurrohman, SE, Kabag Kesosmas Razak, S.Sos, FORKOPINCAM Way Khilau, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, Himpunan Majlis Ta’lim ( HMT) dan yang di promotori kades Kota Jawa terpilih H.Kusnadi, S.Pd, dan di prakarsai Pj desa Kota Jawa Wahyan ,SE.MM, bersama ibu – ibu pengajian AL – Hidayah kecamatan Way Khilau.

Dalam sambutannya Bupati Pesawaran, merasa bersyukur kepada kaum muslimin muslimat kecamatan Way Khilau khususnya, yang masih semangat memaknai kelahiran Nabi Muhammad SAW, dengan mengadakan peringatan maulid Nabi Muhammad,SAW.

” Alhamdulillah, kita selaku umat muslim selalu dapat mengagungkan junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai penunjuk jalan kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia saat ini” bangganya.

Dia menambahkan, dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW kali ini bupati berharap, kepada yang hadir, khususnya kepala desa kecamatan Way Khilau,agar dalam memimpin pemerintahan desa dapat mencontoh tuntunan Rasulullah.

” 4 sipat Rosulallah merupakan tuntunan yang abadi untuk kita jadikan panutan, yakni : Sidik ( benar dalam setiap perbuatan dan perkataan ), amanah ( di percaya dalam setiap perbuatan dan perkataan ), tablikh ( selalu menyampaikan yang benar ), Pathonah ( Cerdas dalam segala hal ) ” himbaunya.

Pj desa kota Jawa Wahyan, SE.MM, dalam sambutan berpantun :

” Desa Kota Jawa
Langitnya biru
Semoga bapak bupati
Sehat selalu

Desa kota Jawa
Banyak kolam ikan
Perjuangan dan pengabdian
Lanjutkan !!! ” di akhir sambutannya.

Adapun inti dari maulid Nabi Muhammad SAW, yang di sampaikan oleh Ustadz, Mun’im dari kecamatan Pardasuka, kabupaten Pesawaran, salah satu yang layak kita ikuti dalam menjalani hidup ialah melayani, mengayomi makhluk Tuhan tanpa tebang pilih yang telah di contohkan Rosulallah dalam sebuah hikayat.

” Abu Bakar Siddik bertanya kepada Siti Aisyah istri dari Baginda Rasulullah, apakah yang belum saya lakukan dari yang pernah di lakukan suami mu ?, jawab Siti Aisyah, sudah semua kecuali mengasihi fakir miskin selain orang beragama Islam, karna setiap Baginda Rosulallah ke kota Madinah beliau selalu memberi seorang kaum fakir yang buta ” sampainya.

Ustadz Mun’im menjutkan hikayat perjalanan Rosullallah semasa hidupnya setiap kekota Madinah.

” Lalu Abu Bakar sahabat Nabiyullah melakukan apa yang di lakukan Nabi Muhammad SAW, menemui fakir miskin yang di sampaikan Anaknya, dan saat bertemu dengan fakir miskin tersebut, Abu Bakar mendengar ujaran fakir miskin yang di maksud istri Rosullallah, mana sahabatku sudah tiga hari tidak datang, aku lapar sahabatku, rintih fakir miskin itu, lalu abu bakar mendekati dan berkata : aku datang sahabat ku, kembali bersuara si fakir miskin, ajaran Muhammad itu ajaran sesat, kalau aku tidak buta, aku yang akan pertama bunuh Muhammad, dan sontak Abu Bakar geram, dan menyuapi fakir miskin ini dengan kasar, lalu kata sifakir miskin kau bukan sahabatku karna sahabat yang menyuapi aku tidak sekadar kamu, dengan tutur kata yang lembut Abu Bakar menjawab, sahabat Muhammad yang kau selalu caci selama ini, telah meninggal 3 hari yang lalu, Sontak sifakir miskin menagis tersedu – sedu ternyata yang selama ini yang menyuapinya tiap hari dengan Roti adalah Baginda Rosulallah yang sering dia hina, masya Allah, akhir inti tausyiah Ustadz Mun’im. (Syahrul).

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: