Akibat Kesal Warga Tanam Pohon Pisang Diatas Jalan Desa Blang Nisam Kabupaten Aceh Timur

  • Bagikan

Ginewstvinfestigasi.com ■ Aceh Timur – Masyarakat Desa Blang Nisam Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur sejak tiga hari yang lalu (17/11) tanam pohon pisang di atas ruas jalan lintas utama Alue Ie Murah – Kuta binjei Kec Julok sebagai bentuk protes dan kekesalan warga atas beberapa aktivitas perusahaan yang telah menyebabkan jalan rusak parah Rabu 20 November 2019

Menurut Ketua Pemuda Blang Nisam, Ridwan mengatakan” kami sangat kecewa terhadap aktivitas pengangkutan kenderaan beberapa perusahan seperti PTPN 1 dan PTPN 3 dan PT.Tualang Raya hampir saban hari dan waktu lalu lalang mengangkut buah sawit serta angkutan batu galian C di luar kapasitas jalan dengan menggunakan Interkuler dengan beban puluhan ton.

“kami masyarakat tidak ada lagi kenyamanan hidup di tanah kelahiran sendiri,” ujar Ridwan

Ia menambahkan jika pun pemerintah membangun jalan ini tidak akan bertahan lama dalam jangka setahun sudah hancur, kami masyarakat kecil harus melintasi jalan rusak dan berlumpur jika musim hujan, bila musim kemarau kami harus menghirup kepulan debu setiap kenderaan angkutan saat melintas jalan ini, papar nya.

Mereka hanya memikirkan keuntungan. Perusahaan, sedang nasib dan tuntutan masyarakat tak pernah di gubris, meraka tidak mau tau jalan masyarakat ini rusak,,bukti nya meraka tak mau bangun kembali yang yang di rusak oleh mereka, kata Ridwan

Aktivis dan Pegiat Sosial Darwin Eng, turut angkat bicara terkait kondisi jalan di Desa Blang Nisam serta desa lain nya rusak akibat angkutan kenderaan perusahaan.

Pemerintah Aceh Timur tutup mata terhadap kondisi masyarakat di Indra Makmur, meskipun berteriak sampai habis suara, tapi tak ada kepedulian terhadap masyarakat,, Aceh Timur seperti tidak ada pemimpin dan wakil rakyat, ujar nya lagi

Indra Makmur dengan hasil Kekayaan Alam Minyak, Gas, Kelapa sawit dan Karet tapi rakyat yang harus menanggung penderitaan melintasi jalan rusak dan berkubang saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau, mencium bau limbah perusahaan, sedangkan perhatian dan kepedulian mereka jauh panggang dari api, ucap Darwin juga sebagai putra Indra Makmur.

Lebih lanjut Darwin mengatakan
Indra makmu itu daerah penghasil jangan seolah kami di sini bukan bagian dari masyarakat Aceh timur,
di mana mata dan telinga kalian pemerintah saat melihat hal seperti ini. Padahal kemarin baru saja bupati ke Indra makmu tapi seolah bupati tutup mata dgn kondisi jln Indra makmu,

“Saya menyayangkan bupati Aceh Timur hanya bisa melihat aset Indra makmu seperti PTPN, Cruiser batu dan Medco bahkan sepengetahuan saya bupati juga punya lahan yg di tanami serai di daerah Indra makmu, apa bupati tidak mau melihat atau tidak menganggap kami sebagai bagian dari rakyat Aceh Timur, tanya Darwin.

Reporter : TIM

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: