Tuntutan Tidak Direspon, Pekerja PT BSMI & PT LIP, Siap Mogok Kerja !!!

  • Bagikan

Global investigasi news.co.id ■ Mesuji – embali karyawan PT.LIP dan PT.BSMI melakukan rapat anggota serikat pekerja seluruh indonesia (SPSI) bertempat di pabrik kelapa sawit PT.LIP pada pkl 10.00 wib.

Dalam sambutannya ketua pengurus unit kerja (PUK) SPSI Miftahul Anwar menjelaskan kepada anggota bahwa mengenai rapat kerja bulanan ini sudah sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU Nomor 21 tahun 2000 Tentang serikat pekerja/serikat buruh pasal 28,29 dan 43.

Mifta juga menjelaskan kepada peserta rapat anggota SPSI bahwa Perselisihan Hubungan Industrial dalam perundingan dengan pihak perusahaan beberapa hari yang lalu dianggap tidak mencapai kesepakatan atau gagal perundingan,maka disepakati bersama oleh seluruh anggota SPSI pada hari minggu tanggal 24 November 2019 selanjutnya akan mengambil langkah mogok kerja.

“Dalam hal mogok kerja telah diatur oleh UU tenaga kerja Nomer 13 Tahun 2003 pasal 137 ayat 1 yang berbunyi :
“Mogok kerja sebagai hak dasar pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh
dilakukan secara sah, tertib, dan damai sebagai akibat gagalnya perundingan.

Kemudian dengan UU yang sama juga ketua PUK SPSI PT.LIP/BSMI menambahkan *Pasal 143
(1) Siapapun tidak dapat menghalang-halangi pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat
buruh untuk menggunakan hak mogok kerja yang dilakukan secara sah, tertib, dan
damai.
(2) Siapapun dilarang melakukan penangkapan dan/atau penahanan terhadap
pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh yang melakukan mogok
kerja secara sah, tertib, dan damai sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

*Pasal 144
Terhadap mogok kerja yang dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 140, pengusaha dilarang:

a. mengganti pekerja/buruh yang mogok kerja dengan pekerja/buruh lain dari luar
perusahaan; atau

b. memberikan sanksi atau tindakan balasan dalam bentuk apapun kepada
pekerja/buruh dan pengurus serikat pekerja/serikat buruh selama dan sesudah
melakukan mogok kerja.

*Pasal 145
Dalam hal pekerja/buruh yang melakukan mogok kerja secara sah dalam melakukan
tuntutan hak normatif yang sungguh-sungguh dilanggar oleh pengusaha, pekerja/buruh
berhak mendapatkan upah.
“ucapnya”.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: