Sanggar Pelintau Hilir Kabupaten Aceh Tamiang Membuat Decak Kagum Penonton di Perhelatan Kemah Seniman Provinsi Aceh

  • Bagikan

Sanggar Pelintau Hilir Kabupaten Aceh Tamiang Membuat Decak Kagum Penonton di Perhelatan Kemah Seniman Provinsi Aceh.

Global Investigasi news co.id Banda Aceh.
Sanggar Pelintau Hilir membuat decak kagum bagi pengunjung pada perhelatan Kemah Seniman ke 6 Provinsi Aceh.

Agenda dwi tahunan yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Provinsi Aceh ini sebelumnya dibuka oleh Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud al-Haythar.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Aceh Tamiang, Nuriza Auliatami, S.S.,M.Si. saat ditemui awak media mengaku Bahwa tidak pernah membayangkan Bahwa penampilan sanggar Pelintau Hilir akan semeriah itu.
“Saya juga deg-degan, adik-adik Kita dari sanggar pelintau Hilir Aceh Tamiang bermain di atas panggung seolah-olah mereka sedang bertarung sungguhan. Pedangnya sampai mengeluarkan api. Tidak terbayangkan sebelumnya akan semeriah itu” tuturnya.

Sanggar Pelintau Hilir yang dibina oleh Buyung (52) ini merupakan sanggar yang secara turun temurun mewarisi jurus-jurus pelintau kepada generasinya.

“Ya ini memang sudah dari generasi ke generasi. Saya dari Ayah Saya, Ayah Saya di ajarkan kakek Saya, Saya kemudian mengajarkan kepada anak Saya beserta orang-orang di desa kami yang dengan senang hati belajar pelintau ini” tutur laki-laki yang kerap disapa Wak Yong ini.

Sementara itu, salah satu pengunjung yang hadir di Panggung DKA Kemah Seniman ke 6 Provinsi Aceh, Pocut Melati, menyampaikan kekagumannya terhadap penampilan sanggar Pelintau Hilir.
“Penuh adegan heroik dan mencengangkan, adik-adik kita yang masih sangat muda, seolah bertarung sungguhan. Saya sampai teriak histeris saat mereka bermain dengan pisau belati Dan pedang. Apalagi saat pedangnya mengeluarkan api, seolah ini bukan pertunjukan, tapi adalah adegan sungguhan tanpa rekayasa. Sungguh hebat-hebat adik-adik kita itu” ucap Melati dengan wajah bahagianya.

Buyung berharap Bahwa pemerintah daerah kedepannya agar lebih lagi dalam memperhatikan Kesenian khususnya silat pelintau, agar seniman dapat hidup sejahtera.
“Kami ini seniman, berharap pemerintah dapat mempedulikan kami lebih dari pada sebelumnya. Alhamdulillah Hari ini telah aktif kembali DKA Tamiang, tapi kedepannya kalau fasilitasi untuk Kesenian lebih ditingkatkan lagi, pasti Aceh Tamiang ini dapat terbangun Dan dikenal Masyarakat luas” tuturnya menutup pembicaraan. (E/AL)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: