Menyikapi Pemberitaan yang Menuduh Bupati PALI Korupsi, LSM Serampuh akan Melapor ke Pihak Berwajib

  • Bagikan

Ginewstvinvestigasi.com ■ PALI – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serampuh berencana akan melaporkan fitnah keji terhadap Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ir H Heri Amalindo.

Dimana, dalam suatu pemberitaan beberapa media online yang memaparkan salah satu lembaga atau Aliansi yang menuding Bupati Pali diduga korupsi ratusan miliar.

“Kami selaku LSM sekaligus warga Pali yang mencintai Pali, tidak senang ada tudingan sepihak terhadap Bupati kami. Apalagi tudingan itu kami anggap fitnah yang telah membuat resah masyarakat Pali,” ujar Ketua LSM Serampuh, Soni Ternando, pada Media Ini, Jum’at (29/11/19).

Menurut Soni, dirinya tau persis Pemkab Pali sangat terbuka akan kehadiran LSM/Lembaga bahkan, insan Pers. Namun, hendaknya kritik, saran, dan masukan bisa disalurkan dengan benar dan ditujukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Pali.

“Apalagi Kabupaten Pali ini Kabupaten baru berdiri. Kami ini juga LSM. Tapi, kalau ada yang tidak benar kami kasih masukan kepada Pemkab Pali dan disalurkan dengan cara yang benar juga,” ujarnya.

Dia menyayangkan pemberitaan tersebut terkesan opini dan tendensius dan menyebut beberapa institusi lainnya seperti, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri Muara Enim, Polres Muara Enim, dan Polda Sumsel.

Terkait hasil Pemeriksaan BPK tahun 2015 yang menjadi dasar mereka menuding Bupati Pali korupsi ratusan Miliar. Soni mengatakan, pada tahun 2015 Kabupaten Pali mendapatkan predikat WTP.

“Kalau ada korupsi ratusan Miliar tidak mungkin Pali dapat predikat WTP di tahun tersebut. Kalau beberapa temuan atas pemeriksaan BPK memang ada, dan itu setiap tahun juga terjadi di beberapa daerah kabupaten/kota/provinsi lainnya. Namun, kan biasanya ditindaklanjuti atau dikembalikan kalau ada temuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Klikanggaran.com tertarik memperhatikan dasar yang menuding Bupati Pali korupsi ratusan miliar. Dimana, dalam pemberitaan tersebut mengambil pernyataan pertanggungjawaban laporan keuangan Pemerintah Kabupaten PALI pada tahun 2015, dengan temuan pada halaman 88 Nomor 4.1.2.

Pada halaman 88 nomor 4.1.2 tidak ada kalimat yang menyebutkan adanya kerugian ratusan miliar. Pada halaman tersebut hanya terdapat penjelasan realisasi anggaran belanja, seperti pada tahun 2015 yang dianggarkan sebesar Rp733.798.654.797,85 dan terealisasi Rp622.474.176.584,82.

Definisi belanja sendiri adalah semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Umum Daerah yang mengurangi saldo anggaran lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. Dan dalam realisasi belanja tersebut pada rekomendasi BPK, media ini tak menemukan rekomendasi yang menyebutkan angka ratusan miliar. (Kaisar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: