ALUMNI 212 BERBAGI ILMU PERNAFASAN 212

  • Bagikan

Oleh : Ir. Dony Mulyana Kurnia ( DMK )

Aktifis 98, Alumni 212, Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA ) dan Guru Besar Olahraga Pernafasan ( ORPAS ) dan Beladiri Tenaga Dalam ( BTD ) BIMA. Mantan Calon Wakil Bupati Kabupaten Babdung 2015 dari Partai Demokrat berpasangan dengan Calon Bupati dari PDIP, dan sekarang Calon Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Bandung 2020 dari Partai Demokrat. ( Koalisi Partai & Tandem masih penjajakan )

Bismillahirrahmanirrahim

Allahu Akbar, Dirgahayu 212 yang ke-3, hari ini, 2 Desember 2019…. tidak terasa tiga tahun sudah ummat Islam Indonesia mengenang momentum gerakan keumatan 212 yang membuat semua mata di dunia ini terbelalak, berdecak kagum melihat, betapa agungnya Islam di Indonesia… jutaan ummat Islam dengan tertib berkumpul di MONAS, menyampaikan aspirasi, dengan mengumandangkan kebesaran Allah Swt., Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil dan Bertasbih. Semua demonstran 212 berjuang dan berjihad tanpa kekerasan, demonstrasi dengan santun, damai demi tegak kokohnya dienul Islam.

Terlepas dari kasus penistaan agama, yang menjadi trieger terjadinya gerakan 212, sudah barang tentu keagungan 212 mesti terus dijaga kemurniannya oleh seluruh alumni 212, karena 212 bukanlah gerakan radikal, tapi 212 adalah gerakan Islam sebagai Ummatan Wasaton, atau bahasa kekinian dari Ummatan Wasaton adalah Islam Moderat, Damai dan Rahmatan lil Alamiin, sesuai dengan Firman Allah Swt. Al-Baqarah 143 :

Wa Kadzalika Ja-alnakum Ummatan Wasaton, Litakunu Syuhadaa-a alanas, wayakuna Rosulu alaikum Syahida

artinya : Telah Aku jadikan kalian ( ummat Islam ) sebagai ummatan wasaton (pertengahan, moderat, bijaksana), agar kalian menyaksikan atas perbuatan2 manusia, dan agar Rosul menjadi saksi atas perbuatan2 kamu.

Gerakan 212 sangat menakjubkan, hingga rumputpun bisa terlindungi, sampahpun bisa dibersihkan dan di kumpulkan, inilah bukti Islam yang sesungguhnya, Suci dan Agung, semua anasir2 politis yang mengeliminir gerakan agung 212 dengan tuduhan-tuduhan nyinyir Radikalisme, sudah barangtentu perlu di tepis oleh seluruh alumninya.

Kejadian Agung 212 tidak lepas dari ingatan, betapa Presiden Jokowi dengan gagahnya datang ke panggung, dan bertakbir satu panggung dengan semua tokoh 212, inilah yang membuat saya kagum terhadap presiden Jokowi, dan pada hari itu saya sebagai salah satu peserta 411 dan 212, sangat bangga, bahwa ummat Islam dan pemimpinnya di Indonesia tercinta, bersatu padu mengumandangkan Takbir. Allahu Akbar !.

Sejarah, dengan tinta emas telah mencatat 212, Alhamdullillah saya sendiri mendapat kehormatan bisa naik panggung pada gerakan 1212, gerakan lanjutan 212, bertempat di lapangan Gasibu kota Bandung, pada sa’at itu saya satu panggung bersama Bahtiar Natsir, Deddy Mizwar, Aa Gym dan Ridwan Kamil.

411, 212 dan 1212, seiring dengan waktu sudah berlalu, namun semangat jihad para alumninya tidak lekang dengan waktu, saya sendiri adalah salah satu alumni yang sangat bangga dengan gerakan 212. Bagi saya gerakan 212 tidak lepas menjadi rangkaian sejarah dengan lokomotifnya, Kemerdekaan 17 Agustus 1945, kemudian di ikuti Gerakan tahun 1966 dalam melawan hegemoni komunisme, dan Reformasi 1998 dalam menegakkan demokrasi kerakyatan, gerakan agung demi gerakan agung dari periode ke periode sudah berlalu, …Alhamdullillah saya bersyukur bisa ikut gerakan Reformasi 98 selaku Ketua Pemuda Reformasi ( PRI ) JABAR, dan ikut gerakan 212 selaku Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat ( BIMA ). Allahu Akbar, betapa nikmatnya hidup ini, ada dalam barisan pergerakan2 menegakkan kebenaran hakiki.

Semua alumni 212, terlihat melanjutkan perjuangaannya dengan berbagai aktifitas positif, sebagai kelanjutan dari ruhiyah 212, dan sayapun tidak tinggal diam, betapa senangnya karena apa yang selalu saya ajarkan kepada murid-murid saya, di Olahraga Pernafasan ( ORPAS ) dan Beladiri Tenaga Dalam ( BTD ) BIMA, jauh dari sebelum terjadinya 212, saya selalu mengajarkan sistem nafas 212.

Dalam kesempatan tulisan ini, saya akan jadikan tonggak berbulat tekad secara ikhlash untuk berbagi ilmu pernafasan 212, mudah2an besar manfa’at dan hikmahnya bagi siapapun yang ingin mempelajari dan mengamalkannya. Aamiin YRA.

Mungkin para pembaca pernah mengenal atau membaca cerita silat Wiro Sableng yang terkenal dengan pendekar 212, yang senjata kapaknya 212, nah semua ini Qudratullah, bukan suatu kebetulan ataupun cocokologi, tapi Allah Swt., sudah memilih tempat-tempatnya pada tempat yang sangat tepat dan pas, sebagai penanda dan pengikat keterkaitan antara satu hal penting dengan hal penting lainnya. Allahu Akbar.

Teknik pernafasan 212 di dalam ORPAS BTD BIMA, ada di dalam dua sistem nafas yang selalu saya ajarkan kepada murid2 saya, yaitu sistem nafas Kahanan dan sistem nafas Payung, dan ilmu pernafasan ini asal muasalnya, di turunkan secara turun temurun dari seorang Waliyullah penyebar agama Islam di Jawa Barat, yang terkenal dengan nama Sunan Rahmat r.a., beliau adalah seorang muallaf dan merupakan putra mahkota Padjadjaran yang terkenal dengan nama Kian Santang, dan sangat terkenal di dunia persilatan sebagai jawara nomor satu se-jagat Nusantara dengan nama kependekarannya Gagak Lumayung, nama ini di berikan dunia persilatan sebagai penanda, karena di pundak Kian Santang selalu bertengger burung Gagak kesayangannya.

Walisongo dan para wali lainnya di dalam menyebarkan Islam di Indonesia melalui cara akulturasi budaya, bukan dengan cara kekerasan, sebagai contoh melalui budaya pewayangan yang aslinya ajaran hindu, di rubah alur ceritanya menjadi bernafaskan Islam. para Wali melakukan siyayah wasatom kemoderatan yang sangat elegan, sehingga ummat Hindu Budha di Indonesia, pada sa’at itu secara ikhlash berbondong-bondong masuk agama Islam. Dan Sunan Rahmat r.a., sebagai Jawara Silat pun, memasukkan ajaran-ajaran Islam ke dalam jurus-jurus silat yang di ajarkannya.

Teknik Nafas 212 akan saya ajarkan secara ikhlash kepada siapapun yang ingin mempelajari dan mendapatkan ilmu ini, silahkan tinggal ketemu langsung dengan saya dan kontak2 dulu tentunya di 081910509898/ 081910217798, silahkan semua alumni dan simpatisan 212 menyebarkan tulisan ini, kepada setiap alumni dan simpatisan 212. In Shaa Allah besar hikmahnya, dan mudah2an mendapatkan pahala di sisi Allah Swt. Aamiin YRA. Jika ketemu dengan saya, selain saya akan berbagi ilmu pernafasan 212, sayapun selaku Wakil Ketua Umum KADIN JABAR, siap berbagi ilmu ekonomi syari’ah berbasiskan mesjid untuk meningkatkan kekuatan ekonomi ummat, dengan konsep Mesjidmarket dan Baitul Mal.

Ilmu pernafasan yang saya ajarkan In Shaa Allah, bisa meningkatkan kesehatan lahir dan batin, yang lemah bisa jadi kuat, dan yang kuat akan tambah kuat, dan bagi para pelajar bisa meningkatkan kecerdasan seiring dengan meningkatnya konsentrasi hasil dari mempelajari pernafasan 212. Selain itu In Shaa Allah, ilmu 212 bisa meningkatkan kekhusuan dalam melaksanakan shalat.

Ilmu pernafasan 212, adalah ilmu Islami untuk membangkitkan dan meningkatkan potensi diri terkait dengan biomekanik, biolistrik dan biomagnetik yang sudah di berikan Allah Swt., kepada setiap diri manusia. Jadi sama sekali tidak ada mistik, terlebih pengisian2 oleh kekuatan Jin. In Shaa Allah, ilmu 212 adalah ilmu yang suci, dan sangat sesuai dengan syari’at Islam. Sebagai pegangan bagi para calon murid, saya selaku Guru Besar ORPAS BTD BIMA adalah alumni Teknik Arsitektur ITB angkatan 90 (seangkatan Ridwan Kamil), sudah barangtentu setiap langkah dan gerak saya akan selalu berpatokan kepada metoda ilmiah yang rasional.

Demikianlah semangat saya selaku alumni 212 untuk menindaklanjuti dan mengisi gerakan suci 212, dan In Shaa Allah ikhlash berbagi ilmu suci 212, warisan dari seorang Waliyullah bernama Sunan Rahmat r.a. yang ilmunya Alhamdullillah sudah saya warisi, tinggal di sebarkan kepada siapapun yang membutuhkan. Dengan berbagi ilmu di antara sesama simpatisan dan alumni 212, mudah2an ruhiyah gerakan 212 tetap hidup dan Barokah. Allahu Akbar !., Merdeka !. Aamiin YRA.

Alhamdullillahirrabbil Aalamiin

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: