APBD Kabupaten Bogor Tahun 2020 Ditetapkan Sebesar Rp. 7.074 Trilliun

  • Bagikan

Ginewstvinvestigasi.com ■ Kab. Bogor – Rapat Paripurna DPRD Kab. Bogor dengan Pemerintah Daerah Kab. Bogor, yang dilaksanakan Jumat, (29/11/2019), di gedung DPRD Kab. Bogor, akhirnya sepakat untuk menetapkan APBD Kab. Bogor untuk anggaran tahun 2020, sebesar Rp.7.074 trilliun.

Dimana sebelum pembahasan, anggaran direncanakan sebesar Rp.6.978 trilliun, namun setelah dilakukan pembahasan, akhirnya mengalami peningkatan sebesar Rp.96,062 miliar atau naik 1,38%.

Menurut Bupati Kab. Bogor Ade Yasin, peningkatan belanja daerah tsb, dikontribusikan oleh kenaikan belanja tidak langsung, diperuntukkan insentif pemungutan pajak daerah, seiring dengan kenaikan target pajak daerah, riba daerah dan penyesuaian pada komponen bantuan keuangan, sehingga alokasi belanja tidak langsung yang semula sebesar Rp. 3.374 trilliun, namun setelah pembahasan menjadi sebesar Rp. 3.377 trilliun, bertambah menjadi sebesar Rp. 2.165 miliar.

Sehingga dengan kenaikan belanja daerah ini, Ade Yasin Bupati Kab. Bogor mengatakatan, nantinya akan lebih fokus atau memprioritaskan, pada belanja kebutuhan bidang kesehatan, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur publik.

Sementara itu, bila ditinjau dari sifat belanja, proporsi belanja publik yang semula mencapai 70.81% dari total belanja daerah, namun setelah pembahasan, akhirnya terjadi atau mengalami peningkatan, sehingga proporsi belanja publik menjadi 71.15%, hal ini dapat dicermati kalau komposisi antara pendapatan daerah, dengan belanja daerah, terlihat bahwa belanja daerah, lebih dari pada pendapatan daerah, yang berdampak pada defisit belanja daerah, pada rancangan APBD tahun 2020, dimana defisit belanja daerah sebesar Rp. 547.047 miliar.

Adapun komponen rancangan APBD tahun anggaran 2020 yang terakhir yaitu pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah, pada komponen penerimaan pembiayaan daerah diperkirakan tidak mengalami perubahan sebesar Rp. 547.047 miliar, yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya atau Silpa.

Dengan mencermati pergerakan realisasi anggaran tahun 2019, baik dari komponen pelampauan, maupun efisiensi belanja daerah, sementara pada komponen pengeluaran pembiayaan daerah setelah pembahasan, tidak mengalami perubahan, dengan demikian terdapat selisih antara penerimaan pembiayaan, dengan pengeluaran pembiayaan daerah yaitu, berupa pembiayaan netto sebesar Rp. 547.047 miliar.

Akhirnya, setelah ditetapkannya persetujuan bersama, terhadap APBD Tahun Anggaran 2020 ini, Bupati Kab. Bogor Ade Yasin, mengatakan akan segera menyampaikan rancangan APBD ini, kepada Gubernur Jawa Barat untuk dapat dievaluasi sesuai mekanisme yang berlaku, dan sekaligus juga meminta kepada seluruh perangkat daerah, untuk segera mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang sudah direncanakan khususnya yang berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan perundang-undangan (Hotma Lingga.T)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: