SEKJEN LSM DPW PKR-N RIAU SIKAPI LAMBANYA PEMERINTAH PROVINSI & DPRD RIAU TANGANI PERSOALAN GANTI RUGI JALAN TOL PEKANBARU-DUMAI

  • Bagikan

Pekanbaru ■ GinewsTvinvestigasi.Com – Persoalan yang terjadi dimasyarakat yang berkepanjangan terkait ganti rugi tanah/lahan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepertinya tidak akan selesai apabila pihak executif dan legislatif tidak serius dalam menyikapi persoalan yang sedang menimpa masyarakatnya,hal ini disampaikan Syahrizal Pane Senin 2/12/2019 di kantornya, 

Syahrizal Pane selaku Sekjen LSM DPW PKR-N Riau menyampaikan, “Seperti yang sedang terjadi sekarang ini terkait ganti rugi tanah/lahan masyarakat yang terkena untuk pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai di Kandis yang  sampai saat ini tak kunjung selesai,

Lanjutnya, “Syahrizal sangat menyayangkan kenapa pihak pemerintah Provinsi terkesan lambat dalam menangani  masalah ini, apakah ada unsur kesengajaan?agar masyarakat merasa jenuh dan akhirnya menerima begitu saja dalam bentuk ganti rugi yang diberikan oleh panitia pelaksanaan pembangunan jalan tol tersebut, 

Karena sebelumnya masyarakat sudah melakukan upaya untuk menuntut haknya baik melalui DPRD dan ada juga yang sudah melalui proses hukum  sampai ke Pengadilan Negri maupun ke Mahkamah Agung,yang sampai saat ini tak kunjung selesai,Bahkan dari pihak panitia pelaksana ketika ingin membayar ganti rugi pernah menyampaikan kalau mau ambil kalau tidak uang itu akan hangus, tuturnya, 

Tambahnya,”dan sekarang ketika persoalan ini sudah kita bawa ke Pusat dan viral di medsos sepertinya pihak Pemerintah Provinsi dan DPRD Siak sepertinya kecolongan,seperti pak gubernur dalam pemberitaanya ingin chek terkait persoalan tersebut,  begitu juga dengan Ketua DPRD Siak H.Azmi SE melalui pemberitanya, serta Sugianto  DPRD Provinsi Riau dapil Siak dan Pelalawan juga melalui pemberitannya,dan tidak tertutup kemungkinan bakal hadir statmen dari DPRD lagi dengan pemberitaan yang sama  juga, 

Jadi saya menilai sebenarnya ada apa ini semua kenapa sewaktu persoalan ini belum viral mereka kemana? dan setelah menjadi viral baru muncul dengan memberikan stetmen? Dan sebenarnya masyarakat juga tidak menuntut banyak hanya meminta yang layak dan pantas dan adapun yang sudah melalui proses hukum ya dibayarkan sesuai keputusan Pengadilan,dan tidak terkesan tebang pilih dalam pemberian ganti rugi tanah/lahan tersebut,”ucapnya dengan kesal.(SN) 

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: