Ditreskrimum Polda Lampung Tangkap Pelaku Perakitan & Pembuatan Senpi & Amunisi

GLOBAL TV INVESTIGASI NEWS ■ PESAWARAN – Berdasarkan Laporan Polisi No: LP/ A-1956/ XII/ 2019/ LPG/ SPKT TANGGAL, 26 Desember 2019, Polda Lampung melalui Ditreskrimum Polda Lampung berhasil melakukan penangkapan seorang pelaku tindak pidana perakitan dan pembuatan senjata apil ilegal serta kepemilikan amunisi berinisial FW (47th), hal ini di sampaikan Kabid Humas Polda Lampung Kombes pol. Zahwani Pandra Arsyad, SH. M.Si, ke globaltvinvestigasinews.com pada saat press realase, No. 282/XII/HUM.6.1.1./2019/Bidhumas, Senin (30/12).

Di sampaikan Kabid Humas Polda Lampung, tersangka dengan sengaja membuat senjata api rakitan ilegal dengan mengguanakan alat-alat milik tersangka secara manual dan kemudian setelah senjata api tersebut jadi oleh tersangka dijual kepada orang lain dengan harga antara Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 5.000.000, tersangka membuat senjata api ilegal sejak dari tahun 2016.

Dia melanjutkan, kronologis penangkapan terjadi setelah Ditreskrimum Polda Lampung mendapatkan informasi bahwa ada tempat pembuatan senjata api ilegal, dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan pada tanggal 26 Desember 2019 dilakukan penangkapan terhadap tersangka FW di Dusun Sukadana Kabupaten Lampung Timur.

” tersangka FW telah kami amankan di Polda Lampung” jelasnya.

Kabid Humas meneruskan, kemudian dilakukan penangkapan serta penggeledahan, dan ditemukan 35 bukti hasil penggeledahan.

“1. 1 (satu) pucuk senjata api jenis Refolver

  1. 4 (empat) unit kerangka senjata api
  2. 3 (tiga) batang besi laras senjata api
  3. 2 (dua) pucuk senjata laras panjang
  4. 2 (dua) butir amunisi colt 38
  5. 1 (satu) butir amunisi cal 9
  6. 1 (satu) buah tas senjata api laras panjang
  7. 1 (satu) buah mesin gerinda aluminium
  8. 1 (satu) buah gergahi bingkai potong
  9. 1 (satu) unit mesin gerinda
  10. 1 (satu) unit mesin batu cincin
  11. 4 (empat) unit mesin bor
  12. 1 (satu) buah tanggem
  13. 1 (satu) buah mesin roll
  14. 1 (satu) unit kompresor
  15. 1 (satu) buah tabung senapan angin
  16. 1 (satu) buah cember
  17. 4 (empat) buah tang potong
  18. 3 (tiga) unit solder
  19. 1 (satu) unit lem tembak
  20. 1 (satu) unit kotak kawat las
  21. 1 (satu) perangjat obeng kecil
  22. 1 (satu) bua palu kecil
  23. 4 (empat) buah alat kikir
  24. 1 (satu) unit alat tester listrik
  25. 1 (satu) unit tester
  26. 1 (satu) unit tuner
  27. 1 (satu) buah klem aluminium
  28. 1 (satu) buah gergahi besi
  29. 1 (satu) buah kunci ps
  30. 1 (satu) kotak mata bor
  31. 1 (satu) buah mistar siku
  32. 2 (dua) botol air sisa penggunaan sabu
  33. 5 (lima) klip plastik sisa sabu
  34. 5 (lima) korek api gas” terangnya.

Kabid Humas Polda Lampung menambahkan, “tersangka dipersangkakan dengan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia bomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dan senjata tajam” pungkasnya.(Syahrul).