Terkait Dugaan Mark Up Dana Desa Sipapaga “Kades Lari & Pendamping Desa Pelintat Pelintut” ?

 4 total views,  1 views today

Genewstvinvistigasi.com ■ Mandailing Natal Sumut – ADD dan DD Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal diduga ada Mark up dan di jadikan terkesan menjadi ajang bisnis .

Salah satunya kegiatan penyelenggaraan pelatihan komputer yang mencapai anggaran sebesar Rp. 68.032.500 ( enam puluh delapan juta tiga puluh dua ribu lima ratus rupiah ) padahal kegiatan tersebut berlangsung hanya dua minggu ( 12 hari ) menurut inpormasi dari masyarakat dan tim media dan lsm sewaktu di konfirmasi Ginews TV Investigasi.com, hari Selasa 31 Desember 2019 di Desa Sipapaga .

Dan satu kegiatan lagi pembangunan pos kamling desa tahun anggaran 2019 mencapai anggaran sebesar Rp 21.000.000.( dua puluh satu juta rupiah ) padahal bangunan tersebut ukuran 2 meter x 2.5 meter dengan memakai kayu .

dalam hal ini menurut hasil inpestigasi dan pengaduan dari masyarakat desa sipapaga sudah jelas mark’up . yang menjadi permasalahan sewaktu tim Ginewstvinvestigasi.com ingin mengkonfirmasi kepada desa tentang anggaran tersebut namun kepala desa tetap menghilang .padahal sampainya tim media di depan rumah kepala desa tersebut . nampak kepala desa lari dan jalan kebelakang untuk menghindar .lalu di tanya istri dan anak anak apakah ada kepala desa langsung di jawab tidak ada katanya padahal tim media nasional sudah sempat 3 kali dengan alasan yang sama .

padahal Ginews TV Investigasi.com ingin mempublikasikannya karena anggaran tersebut sudah jelas melebihi anggaran dan sudah beredar di media sosial, lalu mengkonpirmasi Pendamping Desa A. Sahrial melalui pesan WhatsApp menanyakan anggaran kegiatan tersebut terus pendamping desa membalas kegiatan penyelenggaraan pelatihan komputer anggaran cuma Rp 32.000.000 (tiga puluh dua juta rupiah ) selama 12 hari anggaran yang ada di APBDesa itu katanya salah cetak .dan ada juga alasannya bahwa anggaran tersebut digunakan untuk sarana olah raga dan pembangunan pos kamling itu katanya sudah jelas mark’up itu katanya bisa nanti pengembalian .

dalam hal ini FJ-A Madina sudah melayangkan surat konfirmasi kepada Kepala Desa Sipapaga karena sangat sulitnya untuk menjumpai kepala desa tersebut .

di harapkan kepada Kejaksaan dan Kepolisian selaku penegak hukum supaya tanggap kepada anggaran anggaran yang didiga dibuat buat karena ini ada ajang mencari kekayaan .padahal dana desa itu di gunakan untuk masyarakat .(st.akub)