BERDASARKAN KEKECEWAAN MASYARAKAT, LSM LIRA ADAKAN INVESTIGASI DI LAPANGAN

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM lira) menduga dari hasil investigasinya dilapangan proyek pekerjaan konstruksi peningkatan akses jalan taupe osango senilai Rp 1.615.000.000,- bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Propinsi TA. 2019.

Ketua LSM LIRA Boby Pata’langi’, meminta kepada yang berwajib agar sesegera mungkin memanggil pihak yang terlibat dalam proyek pekerjaan konstruksi peningkatan akses jalan taupe osango untuk dilakukan pemeriksaan. Sebap dirinya menduga, pada tahap pekerjaan tersebut terjadi mark up anggaran, tidak sesuai spesifikasi dan kelayakan.

Kata dia, “kami menduga pada item-item tersebut ada mark up, tidak sesuai spesifikasi dan kelayakan sehingga dapat mengurangi kualitas pekerjaan dan jelas merupakan tindakan melawan hukum,” Boby menganggap pekerjaan ini bukan pengerasan tapi ini adalah timbunan. ujarnya. Selasa, 07 Januari 2019.

Tak hanya itu, berdasarkan informasi dari masyarakat setempat bahwa kami sangat kecewa dan sangat-sangat menyayangkan adanya pekerjaan tersebut yang begitu hancur. Dari awalnya ko’ sudah salah, sebap tidak menggunakan walas, yang ada saat itu hanyalah truck dan exapator.

Lebih jauh Ketua lira menjelaskan diduga pekerjaan proyek ini ada unsur pemufakatan, kelalaian dan diduga ada persekongkolan antara pihak-pihak terkait. Diduga dalam kegiatan ini terjadi penyalahgunaan anggaran untuk mencari keuntungan pribadi dan memperkaya diri sendiri,” pungkasnya.

LIRA berharap jika sejauh ini tidak ada tidakan dari pihak yang berwajib, maka akan secepatnya melayangkan laporan secara resmi agar proyek tersebut segera diusut dan di tindak lajutih dengan memanggil pihak-pihak yang terkait dalam proyek tersebut. Jangan ada upaya untuk menutupi kesalahan pekerjaan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan keuntungan pribadi. (Roman)