Presiden Jokowi usai Menggelar Rapat Kabinet Terbatas Soal Natuna di atas Kapal Perang

Presiden Joko Widodo bersama Menko Polhukam Luhut Panjaitan di atas kapal perang KRI Imam Bonjol 383 di perairan laut Natuna, Kepulauan Riau, 23 Juni 2016. Jaket sepertinya menjadi salah satu fashion item yang menjadi ciri khas penampilan Jokowi selain baju kemeja warna putih

Global BATAM- – Presiden Joko Widodo turun ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu pagi, 8 Januari 2020 dalam rangka kunjungan kerja. Jokowi dan rombongan bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dengan Kepala Negara dan rombongan menumpang Pesawat Kepresidenan Indonesia 1 dan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Natuna sekitar pukul 07.30 WIB.

Tampak ikut dalam rombongan antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wamen ATR Surya Chandra, Jubir Presiden Fadjroel Rahman.

Sebelumnya Komandan Korem 033/WP Brigjen Gabriel Lema memimpin apel gelar pasukan operasi pengamanan VVIP Presiden Jokowi yang akan berkunjung ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 8 Januari 2020.

Di tempat tersebut, selain meninjau jajar kapal, mantan wali kota Solo itu juga direncanakan bertemu dengan ratusan nelayan.

Setelahnya, Jokowi akan menuju Kantor Bupati Kabupaten Natuna untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Dalam siaran pers yang diterima, apel ini digelar di Lapangan Dirgantara, Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Selasa, 7 Januari 2020 sore.

Peserta apel diikuti oleh 500 personel gabungan yang meliputi TNI-Polri, Damkar, Basarnas, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Natuna.

Selain itu, turut juga Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman

“Apel gelar pasukan dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kesiapan masing-masing satgas pengamanan secara keseluruhan, baik personel, materiil, maupun sarana pendukung pengamanan lainnya,” ujar Danrem 033/WP dalam amanatnya.

Dia menyatakan pengamanan VVIP bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan pribadi Presiden RI, serta menjamin keamanan wilayah yang dikunjungi oleh Presiden RI.

Kemudian bermaksud untuk mengantisipasi segala ancaman terhadap keselamatan dan keamanan pribadi Presiden RI. “Karena itu, untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman tersebut, TNI melakukan pengamanan secara terpadu dengan melibatkan Polri dan institusi terkait,” ujarnya.

Hingga kemarin, sejumlah kapal Cina dan coast guard masih bercokol di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Untuk mengimbangi Cina, Badan Keamanan Laut mengirimkan dua kapal ke perairan Natuna.”(Kiki)