BUTUH BANTUAN DERMAWAN, DITERJANG ANGIN KENCANG MDA.TA FATHLUL MUBIN PEJAMBEN CARITA AMBRUK

Pandeglang ■ Bangunan Madrasah Diniyah awaliyah Takmiliyah (MDA.TA ) ‘Fathlul Mubin”yang berlokasi di Kp Pasir Tundun Desa Pejamben Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang tiba-tiba ambruk di terjang angin kencang, Peristiwa yang terjadi pada akhir Tahun 2019 itu sontak mengejutkan sejumlah warga yang kebetulan melihat langsung saat peristiwa itu terjadi .’Awalnya kami mendengar suara Angin cukup kencang sekali,tak lama kemudian disusul suara yang menggemuruh,dengan rasa penasaran Kamipun mendekati sumber suara tadi,ternyata suara itu bersumber dari Kap atas Madrsah yang hancur berantakan diterjang Angin ,Kejadiannya cukup mendadak dan singkat.’ Terang salah satu warga pada Wartawan.
Ambruknya bangunan MDA.TA membuat Sanarudin yang sehari-harinya bekerja sebagai Pendidik di Sekolah itu,hanya bisa mengusap dada,tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa untuk memperbaikinya apalagi membangunnya.’ MDA.TA itu usianya memang sudah tua,material nya sudah banyak yang rapuh,maklum itu bukan milik Pemerintah artinya didirikan secara Swadaya adapun soal Nasib MDA.TA sebelum kejadian ambruk seperti ini biasanya Kami hanya mengandalkan Wali Murid yang ikhlas serta Warga yang peduli untuk menyisakan sebagian rizqinya,kalau-kalau ada yang harus diperbaiki.’ Ungkapnya di lokasi kejadian
Lalu dengan kejadian Ambruknya bangunan MDA.TA sekarang ini,bagaimana kelangsungan belajar dan mengajar para Ustadz atau Ustazah (Guru.Red) serta para Murid .’Karena Kami tidak memiliki tempat lagi,Maka dengan secara terpaksa sekali Kami liburkan tanpa memiliki batas waktu, sebelum Bangunan itu kembali normal dan layak untuk difungsikan kegiatan Belajar mengajar.’ Tandas Sanarudin.
Di tempat yang sama TB Sukriyan Kepala MDA.TA mengatakan ‘Luas bangunan Madrasah itu 250 M itu dan kondisinya sekarang ini nyaris rata dengan Tanah,disi lain kami harus berfikir,berupaya,dan berusaha keras untuk kembali membangun MDA.TA,dilain pihak kamipun prihatin serta kasihan pada putra-putri Kami yang terpaksa harus menunda kegiatan belajarnya di MDA.TA.’ Keluhnya pada Wartawan.

‘Atas Musbah itu serta tanpa sedikitpun mengurangi rasa hormat ,kiranya kepada Dermawan,Donasi,ataupun partisipan sudi menginves kan sebagian Rizqinya demi untuk dunia Pendidikan dalam sektor religi.Adapun bentuk permohonan itu Kami tuangkan dalam bentuk proposal .’ Lanjut Sukriyan.

Sementara Sukani Kepala Desa Pejamben mengatakan ‘ Siapapun tentu tidak ingin diterpa Musibah termasuk ambruknya Bangunan MDA.TA .Dengan demikian tidak ada acara selain bekerjasama bagaimana cara dan upaya kita mewujudkan kembali Sekolah non Pemerintah yang Materi edukasinya sarat dengan Pendidikan baik soal samawi maupun ukhrowi.’Ujar Sukani
‘Kalau saja Dana Desa bisa dan legal untuk dialokasin pada MDA.TA ,tentunya Kami tidak akan sepanik dan sesibuk ini,mewujudkan kembali Bangunan yang Hancur berantakan di hantam Angin.’ Tandasnya. (Rusdi)