Terkait Dugaan Kasus HS, Tokoh Masyarakat Desa Gedung Mulya datangi Kantor Inspektorat

Mesuji- beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama desa gedung Mulya kecamatan tanjung raya mendatangi inspektorat kabupaten Mesuji.
Kedatangan mereka guna mencari informasi sampai dimana pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat selaku APIP di kabupaten Mesuji tersebut terkait dugaan beberapa kasus yang dilakukan oleh oknum kepala desa gedung Mulya Hs yang dilaporkan di inspektorat oleh warga beberapa lalu.


” Sengaja kami datang kesini untuk menanyakan Sampai dimana proses laporan kami kepada inspektorat terkait dengan dugaan beberapa kasus yang dilakukan oleh Hs selaku kepala desa gedung Mulya, ” kata Ali Asan selaku tokoh masyarakat desa gedung Mulya Rabu (8/1) di kantor inspektorat kabupaten Mesuji desa wiralaga Mulya

Ali Asan menjelaskan bahwa dirinya beserta masyarakat gedung Mulya selalu bertanya tanya mengapa kok pemeriksaan terhadap oknum kades Hs lama sekali Proses pemeriksaanya belum selesai karena menurutnya laporan itu hampir satu tahun dan tidak ada kabar kelanjutannya makanya hari ini ia beserta ke 6 tokoh masyarakat mewakili masyarakat desa gedung Mulya mempertanyakan akan hal itu
” kami sebagai tokoh masyarakat tidak mau menduga duga dengan pemeriksa inspektorat tapi dimana lagi kami mengadu sebagai masyarakat, untuk laporan ke polres sudah kami lakukan bahkan saya sendiri yang mendampingi masyarakat untuk melapor di polres, tapi sampai sekarang kami tidak pernah diberi informasi terkait hal itu , rasa rasanya kalau boleh curiga kita hanya dibuat lahan untuk mencarikan uang untuk oknum penegak hukum aja” kata Ali asan

Terkait kedatangan tokoh masyarakat tersebut meski lama menunggu sekitar satu jam Ahir nya disambut oleh inspektur edison Basid Habibi didampingi sekretaris inspektorat Andi subrastomo
Dalam penjelasan nya terhadap tokoh masyarakat inspektur juga memanggil tim yang menangani masalah itu, dalam penjelasannya bahwa dugaan tersebut masih dalam pemeriksaan, itu juga masih terkait Program PTSL sertifikat warga yang di pungut diluar dari ketentuan belom ke dugaan dugaan kasus yang lainya,
“Dari para pembuat sertifikat sebagai saksi tinggal satu lagi yang belom kita panggil, baru setelah itu akan kita panggil kepala desa tersebut dan akan ditentukan salah atau benar nya dugaan tersebut” kata Eko selaku tim pemeriksa.
Sementara itu inspektur kabupaten Mesuji Edison Basit Habibi meminta kepada para tokoh masyarakat yang hadir agar segera melakukan pelaporan lagi selain dari laporan program PTSL.
” Kami akan tangani secepatnya masalah ini, dan kami minta agar laporan dugaan lainnya segera dilaporkan lagi ,lengkapi berkas berkasnya” kata inspektur.(Tim)