Terungkap Inilah Perusahaan Tambang yang Diduga Lewat Jalan “Tanpa Izin” ?

Muara Teweh ■ GI News.

Berapa minggu belakangan ini warga masyarakat Kecamatan Teweh Timur, Gunung Purei mengeluhkan kerusakan jalan,bahkan persoalannya tersebut sempat viral di media sosial.

Tidak hanya itu, Bupati Barito Utara, H.Nadalsyah pun sempat mempertanyakan hingga memberi statmen keras. Apalagi Bupati Barito Utara tidak mengetahui penggunaan jalan oleh perusahaan tambang tersebut.

Menanggapi hal tersebut Dewan Perwakilan Rakyat menggelar Rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD, Rabu (8/1/2020), bersama instansi terkait.

Anggota DPRD Benny Siswanto dari Fraksi (PKB) akhirnya bertanya kepada Kepala Desa Benangin II Sabarson mengenai nama perusahaan yang beroperasi menggunakan jalan tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut Sabarson mengatakan, sepengetahuan dirinya yang beroperasi tersebut adalah PT Skyland, namun dirinya mengaku tidak tahu-menahu persoalan perizinannya.

“Perusahaan itu punya izin seluas 3.978 hektare Termasuk di Benangin II dan angkutan lewat desa kami Selama beroperasi, tak pernah ada rapat dengan aparat desa,” ucap Sabarson.

Sampai dengan pertengahan Desember 2019, perusahaan mengangkut batu bara melewati Jalan Benangin-Muara Teweh (jalan kabupaten) menuju Km 30, karena ada stockpile di Km 31.

“Warga tidak mempersoalkan perusahaan tersebut mengangkut apa saja melewati jalan tersebut, Asalkan tidak mengganggu kenyamanan warga setempat dan Jangan sampai merusak jalan Tapi, kemarin terbukti ada bus Damri yang tertahan satu malam karena jalan rusak. Itu yang membuat masyarakat komplain,” kata Sabarson. (Bbg)