Berita  

Awal Tahun Kasus Cerai di Kabupaten Sukabumi Meningkat, Mayoritas Karyawati Pabrik

 2 total views,  1 views today

Sukabumi ■ ginewstvinvestigasi.com – Pengadilan Agama kelas IB Cibadak,Jalan Jendral Sudirman No.3 Komplek Perkantoran OPD Palabuanratu Kabupaten Sukabumi mengaku sudah menangani 2.740 kasus perceraian di  sepanjang tahun 2019 terakhir.

Memasuki awal tahun di 2020 sudah terlihat meningkat dan sudah ada 340 yang mendaftar mengajukan gugatan cerai.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Cibadak, Ade Rinayanti menyebutkan, sejak Januari hingga November 2019, jumlah gugatan cerai maupun talak yang ditangani mencapai 2.809 perkara, sedangkan yang sudah diputus mencapai 2.740 perkara.

“Mayoritas adalah gugat cerai atau istri ceraikan suami, sekitar 75 persen. Sisanya suami talak istri,” kata Ade saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jalan Jendral Sudirman, Komplek perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Selasa (14/01/2020).

Ade menjelaskan, rata-rata per bulannya 340 perkara yang masuk. Sementara rata-rata per hari ada 40 perkara cerai yang ditangani.

“Kasus perceraian dipicu beberapa faktor. Mulai dari ekonomi, orang ketiga dan faktor lainnya. Memang mayoritas faktor ekonomi, melihat saat ini perempuan banyak bekerja sebagai pegawai pabrik sedangkan laki-laki kerja serabutan,” jelasnya.

Berkaca pada tahun lalu, masih kata Ade, terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Sepanjang tahun 2019 Pengadilan Negeri Cibadak mengangani 2.740 perkara.

Sementara tahun ini, baru memasuki awal Januari 2020 sudah ada 34o perkara.

“Mungkin kalau sampai akhir tahun bisa bertambah lebih banyak. Tapi dari jumlah segitu, pengadilan juga selalu berupaya melakukan mediasi kepada pasangan yang hendak bercerai, sebagai upaya menekan tingkat perceraian. Tapi rata-rata selalu gagal, mereka memilih bercerai,” pungkassnya. MUKTI GUNAWAN