Terkait Kerusuhan di Tanjung Lenggang Bahorok, Polres Langkat Tetapkan “GT” Sebagai Tersangka

Langkat ■ Penyidik Polres Langkat, Sumatera Utara telah menetapkan Gojo Tarigan (31) warga dusun Bandar Sakti sebagai tersangka dalam kasus kerusuhan yang terjadi di Desa Tanjung Lenggang, Kamis (9/1/2020) dengan ancaman pidana selama sembilan tahun.
Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan, SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir Mustafa, SIK, MH kepada awak media,Selasa (14/1/2020) di Mapolres Langkat, Stabat.
Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir Mustafa, SIK, MH dalam keterangannya mengatakan,
“Penetapan Gojo Tarigan (31) warga dusun Bandar Sakti, Desa Tanjung Keriahan Kecamatan Sirapit sebagai tersangka, berdasarkan laporan korban Septiana dalam kasus penyanderaan ibu dan anak yang menimbulkan kemarahan warga masyarakat Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kamis (9/1/2020), pukul 21.30 wib,ujar Kasat Reskrim.
Di katakan Kasat Reskrim, peristiwa tersebut terjadi bermula ketika tersangka Gojo Tarigan (31) menagih hutang kepada Memet (suami dari Septiana) sebesar Rp. 20 juta, namun Memet (suami korban Septiana), tidak ada di rumah dan tidak bertemu dengan tersangka Gojo Tarigan .
Lalu, korban Septiana pergi kerumah Kades Tanjung Lenggang, Ahmad Tahir di Dusun II Semertih Baru, kemudian tersangka Gojo Tarigan menjumpai Korban Septiana ke rumah Kades Ahmad Tahir untuk menagih uang tersebut kepada Korban.
“Korban menyampaikan kepada tersangka, tidak sanggup membayar uang sebesar Rp. 20 juta yang mengakibatkan tersangka emosi dan terjadi adu mulut.
“Tersangka mengeluarkan kata-kata paksaan agar korban harus membayar hutang tersebut, merasa korban di rugikan, korban membuat laporan, kata Kasat Reskrim.
Masih kata Kasat Reskrim, dari hasil penyidikan tersebut, maka penyidik menetapkan Gojo Tarigan (31) warga dusun Bandar Sakti, Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Sirapit sebagai tersangka dan langsung kita lakukan penahanan, ungkap AKP Tengku Fathir Mustafa.
Ditambahkan AKP Tengku Fathir Mustafa, SIK, MH, tersangka Gojo Tarigan (31) warga dusun Bandar Sakti, Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Serapit kita jerat Pasal 368 ayat (1) KUHPidana, Jo pasal 53 KUHPidana Subs pasal 335 ayat (1) KUHPidana, berupa pemerasan, dan atau pemaksaan atau pengancaman, dengan hukuman sembilan tahun penjara, terang Kasat Reskrim. (T. Pasaribu)