Pelanggan Kecewa Pencabutan KWH Tanpa Konfirmasi, GML DPD Pesawaran “Ngeluruk” PLN Rayon Pringsewu ?

GINEWS TV INVESTIGASI.COM. PESAWARAN ■ Warga Masyarakat Desa Way harong kecamatan waylima yang merupakan salah satu pelanggan/ Konsumen BUMN PLN, merasa kecewa atas ulah Oknum pihak PLN yang mencabut KWH/ Meteran Listrik di rumah nya tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu, hal ini di samapaik ormas GML DPD PESAWARAN ke global tvinvestigasinews.com, Kamis (16/1).

Di ceritakan Denila yang merupakan warga desa Way harong, dirinya merasa kaget ketika di telpon oleh tetangganya yang mengatakan ada oval, dan akan mencabut KWH di rumah Danila.

” Saya kaget di telpon tetangga saya ada pencabutan meteran listrik oleh pihak PLN ” sampainya.

Dia melanjutkan, Sementara selama ini tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak PLN bahwa kWH nya bermasalah, jadi saya sangat kaget saat dapat kabar seperti itu, sementara saya bersama suami saya sedang tidak berada di rumah sedang ada kegiatan di Lampung Selatan

” Mendapat kabar listrik di cabut pihak PLN saya langsung menghubungi saudara-saudara saya untuk mengecek kerumah’ dan kalau memang belum di cabut saya mau minta sedikit toleransi untuk satu malam aja, baru besok nya kami menghadap ke kantor PLN Pringsewu, tapi semua saudara saya yang mengecek ke rumah melaporkan hal yang sama’ kWH sudah di cabut, ya saya kecewa, kok tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada pemilik rumah,bahkan gerbang rumah sayapun dalam keadaan tertutup pihak PLN berani mencabut KWH/ meteran listrik, apakah seperti itu pelayanan terhadap konsumen, jujur saya merasa kecewa dan di rugikan atas kejadian ini ” ungkap denila,

Sementara itu Pihak PLN saat di datangi oleh Denila di kantor PLN Pringsewu terkesan enggan di salahkan atas kejadian ini, mereka tetap beranggapan bahwa tindakan mereka sudah benar dengan mencabut KWH milik denila tersebut dengan alasan bahwa KWH tersebut atas nama salah satu sekolahan MI di Kedondong, jadi tidak bisa di pasang di rumah alasan mereka.

” Terlepas benar / salah nya peruntukan KWH tersebut, Denila menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu kalau kWH tersebut bermasalah, yang jelas kami daptar kok di PLN untuk memasang Listrik di rumah, namun karena Lama tidak keluar kWH atas nama kami, jadi kami memakai kWH yang memakai token/ Pulsa, namun karena pemakaian yang Lumayan banyak di rumah dan kWH nya tidak kuat, akhirnya oleh pegawai PLN kedondong di pasang kWH atas nama Sekolahan tersebut dengan alasan kWh atas nama kami belum keluar, dan akan di ganti bila KWH atas nama kami sudah keluar ” keluh denila di akhir keterangannya.

hingga berita ini di terbitkan oleh globaltv investigasinews.com pihak PLN belum dapat di konfirmasi.(Syahrul).