Berita  

Diduga Selewengkan Dana DD dan ADD Enam Desa di Kabupaten Barito Utara Dalam Proses Riksus

 26 total views,  1 views today

Muara Teweh GI News.

Dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) di Kabupaten Barito Utara (Barut) perlahan terungkap. Setidaknya enam kades kini diusut kepolisian dan kejaksaan, terkait dugaan korupsi keuangan desa.

Enam Kades yang kini masuk dalam dugaan pusaran kasus dugaan korupsi ADD/DD yakni Trinsing, Hurung Enep, Muara Inu, Jangkang Baru dan Sabuh. Termasuk Desa Sampirang-1 atau Batu Sarau.

Tiga desa ditangani kejaksaan, tiga lainnya diusut kepolisian. Bahkan mantan Kades Sampirang-1, Musmuliadi, kini jadi DPO. Dirinya kabur setelah ditetapkan tersangka. Dia sudah tiga kali mangkir dari pangilan kejaksaan negeri Barut.

Seperti diketahui, terungkapnya empat kades bermasalah yakni Trinsing, Hurung Enep, Muara Inu dan Jangkang Baru, setelah Kepala Inspektorat Barut, Elpi Elpanop, merilis kegiatan Pemeriksaan Khusus (Riksus), Senin, 7 Oktober 2019 lalu.

Menurut Elpi Elpanop saat itu, agenda Riksus sendiri menindaklanjuti permintaan pihak Kejaksaan Negeri Barut dan Polres Barut, sebagaimana laporan warga, terkait dugaan peyalahgunaan ADD/DD di empat desa tersebut.

Kasus dugaan korupsi oknum kades itu ditangani dua institusi penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan. Dua kasus ditangani kejaksaan dan dua lagi oleh kepolisian. Hasil audit diperiksa BPKP guna penetapan kerugian negara.

“Ada empat desa kami Riksus terkait dugaan penyimpangan pengunaan anggaran ADD dan DD tahun 2014-2018, yakni Desa Jangkang Baru, Desa Hurung Enep, Desa Muara Inu dan Desa Trinsing. Laporan masuk ke Inspektorat sejak awal 2014 lalu,” tegas Elpi.

Sementara’ itu untuk kasus Desa Sampirang-1, saat ini Kini sudah masuk Sidik,dimana mantan kades Musmuliadi ditetapkan tersangkanya dan saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Kasus ini ditangani penyidik Sat-Tipikor Polres Barut, sudah dilimpahkan ke kejaksaan.(Bbg).