Berita  

“Diduga” Anggaran Tahun 2019 Direalisasikan Tahun 2020 Menjadi Tanda Tanya Besar” ?

global investigasinews.com-Tanjung Jabung Timur, Pada tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi telah menyiapkan anggaran untuk kegiatan pekerjaan tanggap darurat. Akan tetapi, secara teknis pengerjaan, apakah material batu yang direalisasikan dari anggaran tahun sebelumnya, dapat dikerjakan pada tahun mendatang.

Seperti yang terdapat di Kecamatan Nipah Panjang dan Kecamatan Rantau Rasau. Dari konfirmasi yang diperoleh, bahwa material batu untuk pengerjaan tanggap darurat tersebut, berasal dari pengadaan material anggaran tahun 2019 yang di laksanakan pada tahun 2020.

Contohnya Di Desa Rantau Jaya Kecamatan Rantau Rasau. Terdapat banyaknya susunan tumpukan batu dipinggir jalan yang kabarnya material untuk pekerjaan peningkatan jalan tanggap darurat.

Menurut “Ponco” selaku Satker UPTD PU di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau dan Berbak. Saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa material batu tersebut adalah milik UPTD PU anggaran tahun 2019, untuk pekerjaan peningkatan jalan yang rencananya akan dikerjakan di Desa Rantau Jaya sepanjang kurang lebih 8 Km.
” Material batunya anggaran tahun 2019, pengerjaannya ditahun ini, “ungkap Ponco saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (30/1/2020).

Lebih lanjut Ponco menjelaskan, kalau sifatnya UPTD harus menyetok material batu, Kalau untuk di Desa Rantau Jaya tersebut masuk dalam pekerjaan tahun 2020, tapi material batu yang digunakan anggaran tahun 2019, sama seperti di Desa Rantau Rasau 1 Kecamatan Rantau Rasau, karena menggunakan persediaan material batu yang sama. Rencananya ada 3 kegiatan yang hendak dikerjakan yakni Kecamatan Nipah Panjang yang sudah selesai dikerjakan tepatnya berlokasi di depan Kantor Camat kurang lebih 700 meter, Desa Rantau Rasau 1 Kecamatan Rantau Rasau dari pinggir jalan SK 22 sekitar 4 Km, Desa Rantau Jaya sekitar kurang lebih 8 Km, dengan menindak lanjuti usulan tahun 2017 yang masuk dalam Musrenbang.
Ponco menambahkan, material batu itu masuknya sekitar bulan Oktober, karena pengaruh cuaca dan sulit untuk diangkut jadi baru bisa terealisasi di tahun 2020.
Saat ditanya, apakah boleh material tahun 2019 dikerjakan di tahun 2020, Ponco mengatakan, “Saya diperintah juga oleh pihak UPTD PU Kabupaten Bang, tidak mungkin saya kerja sendiri “jawab Ponco.

Menyoroti hal itu, Joyo Kamin Anggota DPRD Kabupaten Tanjab Timur dari fraksi partai Nasdem angkat bicara, dengan adanya material batu anggaran tahun 2019 yang nyatanya masih bertumpuk dan seharusnya selesai dikerjakan ditahun 2019, tentunya tidak boleh. Dan ada yang sudah dibawa ke lokasi, masih terlihat bertumpuk, di pinggir jalan, tentunya mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas. Tindak lanjutnya diminta pihak PU Kabupaten Tanjab Timur untuk segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada, kalau untuk batu yang bertumpuk dipinggir jalan yang rencananya hendak dikerjakan, segeralah agar dapat di kerjakan. Kemudian, kalau untuk menentukan salah atau tidak anggaran tahun 2019 dikerjakan ditahun 2020, tentunya pihak terkait yang lebih paham.
Kalau terkait, adanya pelanggaran yang dilakukan karena material tahun 2019 dikerjakan di tahun 2020, itu tergantung pihak hukum yang menilai bentuk temuan atau tidak. Kalau terkait kerugian negara yang ditimbulkan, belum bisa dipastikan karena bentuk pengadaan material batunya telah di realisasikan, tapi kalau kerugian secara umum untuk masyarakat mungkin bisa saja, karena yang seharusnya material yang ada saat ini sudah bisa dilalui masyarakat, tapi nyatanya belum bisa dan material batu masih terlihat bertumpuk. Apabila pada waktu itu tidak dapat melakukan progres yang ada, baiknya jangan dianggarkan terlebih dahulu, lebih baik ajukan untuk dianggarkan kegiatan lainnya.
” Apabila pelaksanaan kegiatan itu diperkirakan tidak dapat terselesaikan karena faktor tertentu, mengapa harus diajukan untuk dianggarkan, dan seharusnya pada anggaran perubahan diajukan kembali agar dialihkan untuk kegiatan lain, yang lebih bermanfat dari pada dibelanjakan batu dan ditumpuk disepanjang jalan, yang justu kesannya akan mengganggu akses jalan masyarakat, “tegas Joyo Kamin. ( H o m b i n g )