Berita  

Pendamping PKH Kecamatan Bengo Diduga “Bohongi” Wartawan ?? Ini Pengakuan Warga Penerima Manfaat !!

 32 total views,  1 views today

Dugaan kecurangan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mencuak.

Setelah salah satu warga Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone tidak lagi menerima bantuan padahal sebelumnya dirinya sempat menikmati program dari pemerintah.

Saat awak media menyambangi kediamannya, Jumat (7/2/2020), mengakui bahwa sudah 2 kali penerimaan bantuan tersebut dirinya tidak lagi menerima.

“Tidak tau kenapa, tiba-tiba nama saya tidak lagi terdaftar, tidak ada juga informasi saya terima kalau nama saya dicoret, sudah dua kali penerimaan saya tidak dapat, ada tiga warga Desa Selli, Kecamatan Bengo yang dulunya menerima bantuan PKH, namun tiba-tiba hilang dari daftar,” terang Nadi.

Lanjut dijelaskan, dulu waktu penerimaan pertama saya dapat Rp. 1.150.000.00,- kedua saya terima Rp. 450.000.00,- begitu juga penerimaan ketiga kalinya dan terakhir saya terima Rp. 500.000,- dan ada juga potongan sebesar Rp. 50.000,- pada saat penyaluran kemarin.

Pemotongan bantuan tersebut tidak hanya dialami (Nadi red), hal ini juga dirasakan oleh warga Kecamatan Bengo inisial (A) mengeluhkan dimana setiap penyaluran bantuan tersebut dirinya selalu mendapat potongan.

Pemotongannya bervariasi, kalau banyak diterima bantuan, banyak juga potonganya, kalau sedikit diterima sedikit juga potonganya.

“Sudah lama saya menerima bantuan ini, selalu ada pemotongan, kadang Rp. 10.000.00,- Rp. 25.000.00,- sampai Rp. 50.000.00,- tergantung banyaknya diterima uang.

Menurut keterangan warga penerima PKH inisial A, pemangkasan tersebut di intruksikan oleh pendamping PKH Kecamatan Bengo atas nama Yusuf yang juga merupakan sekertaris Desa Bulu Allaporenge, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

“Dia sampaikan ji, katanya dari pada kita yang ambil di Bone mending disini (kantor Desa),” tutur warga.

Perihal tersebut, Kepala Desa Selli, Kecamatan Bengo, Kecamatan Bengo Saharuddin lansung menanggapi.

“Saya sudah konfirmasi juga kepada Pendamping PKH Kecamatan Bengo Yusuf dan memang Nadi sudah dihapus dari daftar penerima. Sebelumnya ia memang pernah terdaftar sebagai penerima manfaat tapi mungkin tidak terlapor kalau tidak ada anaknya yang sekolah,” terang Kades Selli kepada media tersebut Jumat sore.

Terpisah dalam konfirmasi Pendamping PKH Kecamatan Bengo, Yusuf membenarkan adanya penghapusan penerima manfaat tersebut.

“Itu bukan dicoret tapi tidak memiliki kategori, dan apabila ada peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yang sudah tidak memiliki kategori maka secara otomatis keluar dari peserta PKH. Nadi sama Sawedi itu tidak memiliki komponen, jadi keluar dari PKH,” ucapnya.

Terkait dengan adanya pemotongan tersebut saya tidak tahu menahu, karena selama saya menjadi pendamping PKH tidak ada pemotongan sebesar itu.

“Maaf selama ini tidak pernah ada potongan seperti itu, kalau ada peserta PKH yang bilang begitu tolong kasih tahu ka orangnya biar saya ketemu,” singkat Pendamping PKH Kecamatan Bengo melalui pesan singkat WhatsApp.

Dengan adanya polemik proses penyaluran PKH di Kecamatan Bengo yang diduga ber aroma pungutan liar (Pungli), kepada masyarakat untuk ditindak lanjuti oleh penegak hukum…( A.Risal Ginews )