Berita  

SANIMAS PARUNG KOKOSAN CIKEUSIK DIDUGA “MANGKRAK” ?

 60 total views,  1 views today

Pandeglang
Sebagian besar Masyarakat Desa Parung kokosan Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang yang memperoleh jatah dari Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) belum lama ini tidak hanya merasa kecewa tetapi Merekapun mengungkapkan keluhannya pada Wartawan,Menurutnya sekian lama berharap memiliki tempat pembuangan hajat yang sehat lengkap dengan closet dalam menyalurkan kotoran melalui pipa pada Sepiteng tak kunjung terbukti,’Sesuai dengan perintah kalau closet diharuskan membeli sendiri-sendiri sudah kami laksanakan,akan tetapi sampai sekarang tak ada juga tanda-tanda untuk di kerjakan apalagi diselesaikan,’Keluh Perempuan setengah baya (A) Rabu lalu (5/2/20).
‘Program itu sebenanya sudah lama turun di Desa Parung Kokosan sekitar bulan Mei Tahun 2019,sebagian kecil dari Enam Puluh titik yang kena plot Sanimas memang sudah terpasang.Hanya saja yang lainnya masih menunggu dalam waktu yang tidak bisa di kira-kira kapan di kerjakan.’ Timpa Warga lainnya.

Dihari yang sama, Latif orang yang disebut sebut selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Parung Kokosan merangkap pelaksana pengerjaan pembangunan yang anggarannya dari Dana Desa bersama Tim pelaksana Kegiatan (TPK)sekaligus menjadi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM)Sanimaas, saat ditemui di Rumahanya dengan dampingi Ade salah satu rekanannya terkesan kebingungan menjawab setiap pertanyaan Wartawan,hal tersebut diakibatkan banyaknya predikat yang Dia sandang mulai dari Sekdes.Bagian TPK.dan KSM.akibatnya pertanyaan Wartawan yang ditangkap olehnya dikira soal Taman Pintar yang belakangan ini banyak dipertanyakan Komunitas sosial kontrol

‘Dikira Saya menanyakan Bangunan Taman Pintar ,Kalau soal itu sudah beres.’ Ujar Latif.Adapun terkait Sanimas lanjut Latif,belum bisa menyelesaikan dengan sempurna meski pencairan Anggaran tersebut sudah diterima tiga tahap berturut-turut ,kenyataan itu lantaran terkendala oleh agenda Pemilihan Kepala Desa.‘Perlu di Ketahui bahwa Program Sanimas itu,Mulai dikerjakan pada Bulan Agustus Tahun 2019.’ Tukas
[7/2 08:24] Pandeglang: Latif,berbeda dengan keterangan Warga sebelumnya yaitu Bulan Mei Tahun 2019.Begitupun soal berapa jumlah anggaran dana Sanimas kemudian Papan proyek yang kaitannya dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008 Latif melempar pertanyaan wartawan pada Ade,karuan saja Adepun kebingunan memberikan penjelasan dimana Banner itu di pasang.

Ade pun tidak hanya setengah hati menunjukan di titik mana banner itu dipasang.Diapun acapkali berubah-ubah menjawab pertanyaan Wartawan soal keberadaannya saat itu,Awalnya Ade mengkliam bahwa kehadirannya adalah mewakili Ketua TPK yang kondisinya kurang sehat,namun saat ditanya apakah sudah mengantongi SK selaku wakil KetuaTPK lalu berapa honor yang diterima dari satu titik pembangunan yang di serap dari Dana Desa,Ade merubah identias bahwa Dia hanya penyedia Material akhir kemudian Dia merubah lagi yaitu hanya pekerja harian yang dibayar harian pula.Berbeda dengan Latif saat dimintai juknis rangkap jabatan Dia tidak bisa menjawab alasan satu katapun.

Mencermati carut marut soal jabatan yang disandang oleh Latif serta pengakuan Ade yang berubah-ubah.Ruliyana Cakra Buana SPd.SH.MH Pemerhati Pembangunan Provinsi Banten sekaligus Advokat yang getol membela akar rumput berkomentar.’ Kenyataan itu jika benar terjadi, justeru akan mengundang berbagai praduga mulai dari aturan rangkap Jabatan kemudian adanya sebuah Pengakuan status yang berubah-ubah ditambah Nilai Uang Negara yang jumlah dan peruntukannya tidak di ketahui dimana dipasangnya.’ Ungkap Cakra.

‘Masyarakat harus cerdas Masyarakat berhak mengawasi,mengkontrol,dan mempertanyakan dari mana, kearah mana,dan untuk apa Uang Negara itu di fungsikan lewat Program Sanimas.Jika terdapat kejanggalan jika diperoleh ketidak jelasan maka Masyarakatpun berhak melaporkannya pada pihak pelaksana Hukum .Kenapa Saya katakan demikian,Karena Uang Negara itu adalah Uang Mereka yang masuk pada Kas Negara melalui pajak untuk selanjutnya di pergunakan untuk kemakmuran Mereka juga.’ Tandas Cakra,

Raman selaku Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)Sanimas serta Pepen Kasie Kesos Kecamatan Cikesusik yang kala itu menjabat selaku Pejabat Sementara (PJs) Kepala Desa Parung kokosan saat berita ini dirilis tidak bisa dikonfirmasi.Raman entah alasan apa hingga tidak bisa ditemui,sementara Pepen konon katanya bertolak ke RS Serang mendampingi Istrinya.Adapun menurut sumber yang bisa dipercaya bahwa jumlah dana Sanimas yang di serap Rp 425 juta melalui Islamic development Bank (IDB).*** (RUSDI / NURYAHMAN)