Berita  

Gapoktan Cahaya Maju Desa Tirta Laga Butuh Jalan Usaha Tani

 25 total views,  1 views today

Gapoktan Cahaya Maju Desa Tirta Laga Butuh Jalan Usaha Tani

Mesuji-Jalan usaha tani atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi yang penting untuk memperlancar mobilitas pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan persawahan ataupun dari areal persawahan ke perumahan
apabila jalan dari areal persawahan kurang bagus atau pun sulit di lalui otomatis biaya angkut hasil panen dan lain lain dari sawah menuju perumahan menjadi tinggi.
Seperti halnya Lahan pertanian padi di desa Tirta laga kecamatan Mesuji timur kabupaten Mesuji, terlihat masih sangat membutuhkan dukungan jalan usaha tani,
Yang mana jalan di persawahan didesa tersebut sangat buruk terlebih saat musim hujan.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Cahaya Maju Sukarjo mengatakan, bahwa di desanya sangat membutuhkan Akses Jalan Usaha Tani di karenakan pada saat musim panen biasa jalan di persawahan sangat becek sulit di lalui, sehingga petani pada saat musim panen harus membayar ongkos muat dari persawahan menuju perumahan dengan harga angkut yang sangat tinggi
“Untuk petani padi di desa kami saat musim panen biasa membayar ongkos angkut hasil panen mencapai Rp.25.000/Sak nya(karung) karena memang akses jalan pertanian di desa kami sangat sulit di lalui” kata Sukarjo saat media ini menyambanginya,

Sukarjo berharap pemerintah dalam hal ini Bupati Mesuji melalui dinas pertanian dan juga pemerintah desa Tirta laga bisa mencarikan solusi agar petani khususnya di desa Tirta laga mempunyai akses jalan Tani yang bagus .
“Kami berharap pemerintah mau mengucurkan dana untuk pembangunan jalan usaha tani di desa kami, dengan akses jalan yang bagus otomatis transportasi angkut hasil panen kami menjadi mudah dan ongkos angkut hasil pertanian tidak mahal lagi ” harap Sukarjo

Sukarjo juga menjelaskan bahwa mayoritas penghasilan masyarakat di desa Tirta laga adalah petani padi dan Gapoktan Cahaya Maju yang ia pimpin
mempunyai 14 kelompok tani per kelompok nya ada sekitaran 30 sampai 35 anggota petani (Suryadi)