Berita  

FORUM MAHASISWA TEMPATAN RIAU ADAKAN AKSI YANG KEDUA DI KANTOR BPTD WILAYAH IV PROVINSI RIAU DAN KEPRI

 43 total views,  1 views today

FORUM  MAHASISWA TEMPATAN RIAU ADAKAN  AKSI YANG KE DUA DIKANTOR BPTD WILAYAH IV PROVINSI RIAU DAN KEPRI 

Pekanbaru,Global Investigasi News. Com,Sekelompok Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa  Tempatan Riau (FORMAT-R) Kamis 12/3/2020 mendatangi lagi Kantor Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Direktorat Jendral Perhubungan Darat Balai Pengelola Tranportasi Darat Wilayah IV Prov Riau dan Prov.Kepulauan Riau, di Jalan  Cemara No.57 Sukamaju Pekanbaru ,Adapun aksi yang dilakukan para mahasiswa masih menuntut aspirasi nya yang belum terpenuhi terkait periksa oknum Korsatpel terminal BPRS karena di duga lalai dalam menindak PO Bus yang beroperasi diluar terminal,hal ini disampaikan Arizal, 

Korlap Forum Mahasiswa Tempatan Riau(FORMAT-R) Arizal dalam orasinya menyampaikan adapun beberapa  tuntutan kami sebagai berikut,

1,Meminta Kapolda Riau memeriksa terkait pembiaraan terhadap PO Bus yang beroperasi diluar terminal BRPS pekanbaru, karena kami menduga pembiaraan tersebut adanya oknum-oknum BPTD maupun Korsatpel terminal  yang menerima Upeti dari pihak PO Bus karena aturan sudah jelas PO Bus tidak boleh beroperasi di luar terminal, 

2,Meminta Kapolda Riau memeriksa renovasi terminal BRPS tahun 2018 dengan nilai 1,8 miliar karena diduga asal jadi dan tidak sesuai dengan spek, 

3,Meminta Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah Riau Kepri mencopot Korsatpel terminal A BRPS pekanbaru karena tudak becus dalam bekerja,hal ini dibuktikan dengan banyaknya PO Bus yang melakukan kegiatan diluar terminal  tersebut padahal sudah ada aturan terkait kegiatan tentang SOP terkait di terminal yang diatur dalam peraturan UU No 22 tahun 2009 dan SK 5923/AJ.005/DRJD/2016.

4,Meminta Kepala Balai Pengelolaan Tranportasi Darat Wilayah Riau Kepri agar melakukan Investigasi terkait banyaknya PO Bus melakukan aktifitas diluar terminal karena kami menduga adanya pembiaran dari kepala Korsatpel Terminal A BRPS dan kami menduga juga pembiaraan tersebut diduga adanya kongkalingkong dengan pihak PO Bus, 

5,Meminta Kapala Balai Tranportasi Darat Wilayah Riau Kepri agar mencabut ijin PO Bus apabila tidak melakukan aktivitas di terminal BRPS, 

6,Kami meminta pihak Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Riau Kepri agar menginvestigasi kegiatan proyek rehabilitasi terminal tahun 2018 yang bersumber dari Dana APBN karena kondisinya telah memprihatinkan pada hal anggaran tersebut diduga 1,8 Miliyar, untuk itu kami mendesak agar Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Riau Kepri agar membeklist rekanan dan segera menindaklanjuti ke penegak hukum karena diduga proyek tidak sesuai dengan spek, Apabila aspirasi kami tidak di tindaklanjuti maka kami membawa massa yang lebih banyak dari ini,”ucap Arizal, 

Menyikapi hal ini Hardono selaku Kepala BPTD Kementrian Perhubungan Republik Indonesia Direktorat Jendral Perhubungan Darat Balai Pengelola Tranportasi Darat Wilayah 1V Prov Riau dan Prov.Kepulauan Riau dalam pertemuan dengan mahasiswa menyampaikan, “terkait mengenai Bus yang menaikan penumpang di luar terminal kalau bisa adek-adek harus ada dilengkapi dengan dokumentasi untuk mempermudah titik mana yang melakukan pelanggaran,dan akan kita kordinasikan kepada pihak terkait lainya,”ucapnya,

Lanjutnya, “Yang jelas kita bekerja dan bergerak dengan payung hukum tidak boleh kita ngawur dan kita digaji oleh negara dan tidak boleh melangkahi tugas-tugas pihak lain seperti yang sudah diatur dalam undang-undang No1 tentang kewenangan pemerintah kota dan pemerintahan provinsi serta pemerintahan pusat tidak boleh saling melanggar,seperti pengelolaan terminal tipe A dikelola oleh pemerintah pusat yang artinya kami mengelola hanya didalam terminal kalau dijalan atau diluar terminal adalah tanggung jawab dari pemerintah kabupaten ataupun pemerintah provinsi, 

“Dan kemudian kami sudah konsolidasi ketemu dengan teman-teman PO Bus yang mana penumpang sudah naik didalam terminal semua adapun hanya agen yang diluar terminal tetapi penumpang tetap diantar ke terminal dan bus tetap berangkat dari terminal,”tuturnya,

Tambahnya lagi,terkait anggaran Renovasi terminal BRPS dengan anggaran 1,8 Miliar tahun 2018,sayakan belum disini tapi kita sepakat untuk menyelamatkan uang negara apapun itemnya,ya kalau tahun 2018 mungkin sudah dilakukan audit kalau hasil audit sudah menetapkan ya harus kita hargai karena audit itukan ada konfentensinya bukan asal-asalan dan legal auditnya harus diterima ketika dinyatakan oke karena itu akan di pertanggungjawabkan

oleh auditurnya,pungkasnya(Saipul Lubis)