Berita  

Karena Sayang Anak, Pelaku Menganiaya Korban Hingga Tewas di Kabupaten Nias

Karena sayang anak menganiaya korban hingga tewas di Kabupaten Nias

Konferensi pers yang berlangsung di Polres Nias, senin 30 maret 2020 sekira pukul 10.00 wib yang di pimpin langsung Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan,S.I.K, M.H.

Kapolres Nias AKBP Deni kurniawan, S.I.K, M.H menerangkan, Pada hari selasa 24 maret 2020 sekira pukul 23.30 wib pelapor dan korban menuju rumah Novedi Mendrofa karena disana ada malam gembira.

Di mana saat itu Korban Yupiter Zebua (23) alamat Desa Dahadano botombawo kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias datang menuju rumah Novedi mendrofa untuk menyaksikan acara malam gembira tersebut. Di tempat kejadian tersebut ada hiburan musik, hingga minuman beralkohol (Tuo Nifaro). Ketika korban dan tersangka dalam keadaan mabuk sambil berjoget mengiringi alunan musik, korban bersenggolan dengan tersangka alias Roni mendrofa hingga terjadilah perkelahian.

Lanjut Kapolres Nias, Pada saat korban dengan tersangka berkelahi, kejadian itu di lihat oleh tersangka ke dua yang merupakan orang tua tersangka pertama Aluisokhi Mendrofa (38) pekerjaan petani desa lolowua kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias.

Orang tua tersangka tersebut mengambil gelondongan/batang kayu besar yang ada di TKP kemudian diangkatnya dengan ke dua tangan dan di lemparkan ke arah dahi korban. Seketika itu korban langsung terjatuh dan dalam keadaan tak sadarkan diri. Tutur Deni.

Korban di bawa ke rumah orang tuanya di Jl. Nias tengah km. 18.5 desa dahadano botombawo kecamatan hiliserangkai Kabupaten Nias.

Besok harinya Jam 07.00 wib korban di bawa ke RSUD Gunungsitoli untuk memberikan pertolongan namun pada hari kamis sekira pukul 03.30 wib korban meninggal dunia.

Kejadian tersebut terjadi pada hari rabu 25 maret 2020 sekitar pukul 01.30 wib di desa botombawo kecamatan hiliserangkai kabupaten nias, tepatnya di depan rumah alias Ama Beza Mendrofa.

Dari kejadian tersebut di amankan barang bukti satu potong kayu besar dengan panjang 55 cm yang di gunakan tersangka untuk melempar ke arah dahi korban.

Motifnya adalah ke salah pahaman karena terpengaruh dengan minuman alkohol.

Pasal yang di kenakan kepada tersangka adalah pasal 172 KHUP ayat 2 dan 3 atau pasal 351 ayat 3 jo 55 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Ef/Taf)