Berita  

KEPALA BADAN BNPB MAMASA MENJAWAB SOROTAN FK-PMM TERKAIT POSKO COVID DI LAKAHANG

 30 total views,  1 views today

KEPALA BADAN BNPB MAMASA MENJAWAB SOROTAN FK-PMM TERKAIT POSKO COVID DI LAKAHANG

MAMASA GINEWS TV. Sebagai upaya pencegahan terhadap wabah Covid-19, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat memperketat upaya pencegahan dangan melakukan pemeriksaan di setiap perbatasan.

Diketahui bahwa untuk perbatasan Polewali-Mamasa, maka Tim Gugus Terpadu Covod-19 mendirikan posko di pintu gerbang Kabupaten Mamasa, sedangkan posko Tim Gugus Terpadu untuk Kecamatan Tabulahan, mendirikan posko di kelurahan Lakahang. Rabu, 01 April 2020.

Posisi posko terpadu Kecamatan Tabulahan menuai sorotan dari sejumlah kalangan seperti Forum Komunikasi-Peduli Masyarakat Mamasa (FK-PMM), warga Desa Timoro dan Desa Talopa, serta beberapa pengguna sosial media facebook.
Maikhak R, S.H selaku Ketua organisasi kepemudaan.

FK-PMM mengatakan bahwa posko yang berada di kecamatan Tabulahan yg terletak di tengah-tengah Kelurahan Lakang itu sangat tidak efektif. Maikhal R,S.H menjelaskan, coba bayangkan, Desa terluar di Kecamatan Tabulahan adalah Desa Timoro.

Kalau pos penjagaan dan penyemprotan itu dilakukan di Kelurahan Lakahang, maka bagaimana menjaga orang baru yang keluar masuk di Desa Timoro dan Desa Peu, dimana mereka jelas tidak melewati pos pemeriksaan.

Karena itu kami sarankan agar posko yang ada sekarang itu kiranya dipindahkan ke dekat jembatan agar dapat maksimal memeriksa warga yg keluar masuk kab. Mamasa.

Sementara di tempat terpisah warga atas nama RS dari Desa Timoro dan JA warga Desa Peu meminta agar hasil rapat pemerintah setempat yang memutuskan, posko di letakkan di tengah-tengah Kelurahan Lakahang agar dipikirkan kembali, nasib warga Desa Timoro dan Desa Peu, bahkan masyarakat Kabupaten Mamasa secara keseluruhan

“bahaya ini pak, kalau satu orang warga Timoro yang terjangkit penyakit menular itu, bisa-bisa warga Mamasa juga semua terjangkit” tandasnya.

Oleh karena itu, awak media langsung mengadakan koonfirmasi kepada Kepala Badan penanggulangan bencana (BNPB) namun sayang beliau tidak berada di tempat karena sedang dalam tugas kemanusiaan di perbatasan pasapa secara terpaksa hanya dapat diadakan koonfirmasi lewat via telpon.

Kepala BNPB dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa kalau itu digeser kita kekurangan tenaga apalagi sedikit jauh keperbatansan maka untuk itu kami membentuk posko di pertengahan kampung Lakahang pas depan Polsek Tabulahan.

Apakah tidak bisa, seperti pesan dari bupati Mamasa kita semua berperan aktif dalam pencegahan Ini. Tolong kami dibantu, karena ini bukan semata-mata urusan pemerintah. Masyarakat dan desa harus bahu membahu sama seperti yang dilakukan desa-desa lain jelas Kepala BNPB Mamasa.

Dirinya pun sangat memohon, masyarakat berperan aktif didalamnya. Daerah lain seperti nosu dan Pana’ semuanya melakukan hal demikian. Jadi intinya, sangat diharapkan kerja sama yang baik dari pemerintah desa setempat ungkapnya..
(Roman).