Berita  

Bank Emok Di Musim Covid-19 Resahkan Warga, Kapolsek Jiput Geram !?

 38 total views,  2 views today

Bank Emok Di Musim Covid19 Resahkan Warga, Kapolsek Jiput Geram

Pandeglang – Warga Desa Janaka , Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang di resahkn dengan keberadaan bank emok.

Ya (30), warga Desa Janaka mengatakan, di wilayahnya banyak ibu-ibu yang terjebak bank emok setelah meminjam sejumlah uang, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta bahkan ada yang mencapai puluhan juta.

Dengan ke hadiran penagih hutang bank emok yang meresahkan warga lantaran ekonomi masyarakat sedang terpuruk dan di hawatirkan membawa penyebaran virus covid-19 membuat geram kapolsek Jiput beserta anggotanya karena di hawatirkan berkumpulnya bnyak nasabah bank emok, setelah dapat laporan dari warga kapolsek dan anggotanya langsung turun ke tempat perkumpuln nasabah bank Emok untuk membubarkan perkumpulan yang rutin di laksanakan oleh pihak bank emok yang tak menghiraukan bahaya penularan yang telah di intrufsikn oleh Pemerintah pusat.

Ya (30) Warga kp Bogor mengatakan “Banyak di sini bank kurang lebih ada lima(5) yang mengatas namakan bank antara lain PT. DMS Dana Mandiri Sejahtera PNM Mekaar, Syari,ah BTPN, MBK Mitra Bisnis, Amarta dan bank keliling (bangke) yang jelas di sini bnyak Keluarga yang jadi korban bank emok dan bangke, Alhamdulillah saya nggak termasuk. Memang pernah ditawarin pinjam Rp 1 juta, tapi saya mau bayar darimana, saya nggak kerja dan nggak punya penghasilan tetap. Kasihan warga lainnya, kalau bisa jangan ada bank emok di sini,” kata Ya, saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/4/20).

“Biasanya jam 9 pagi sampai jam 13.00 datangnya. Bahkan malam-malam ke rumah ibu-ibu yang pinjam uang yang belum bayar, kasian mereka bukan tak mau bayar tapi kondisi saat ini mereka sedang tidak ada usaha, jangankan untuk bayar utang untuk makan sehari-hari susah, saat ini ibu-ibu Kebanyakan kalau datang penagih hutang bersembunyi di kebun” katanya.

Atas dasar lapora warga Kolsek Jiput langsung turun ke lokasi dan memberikan himbauan kepada pengusaha bank emok dan Nasabah bank emok.

“Saya sebagai kapolsek harus melindungi masyarakat atas intupsi presiden melalui pimpinan saya, saya tidak mengizinkan ada lagi aktifitas tagih hutang di wilayah polsek Jiput sampai ada keputusan presiden tidak perlu ada surat tugas resmi apa lagi kumpul-kumpul, jika ada lagi akan saya bubarkan dan berikan sangsi, tuturnya.

Menurut Yayah manager Bank MBK (Mitra Bisnis Keluarga) Cabang menes mengatakan ” Di kampung ini kurang lebih 22 warga yang memiliki hutang ke bank MBK. Kami sudah izin ke desa dan desa mengizinkan untuk masuk ke sini, kami menagih tidak maksa ke nasabah semampunya, tuturnya.

Menurut kepala desa janaka Sarnata” Kami aparatur desa termasuk BPD tidak mengizinkan lagi ada aktifitas tagih hutang selama ada wabah virus Corona kami sudah sepakat, Dia bukan minta izin untuk menagih hutang tapi permis mau silaturahmi, tutur Sarnata. Ade m