Berita  

Warga Desa Langling Resah Dengan Banyaknya Lalat

 18 total views,  1 views today

Warga Desa Langling Resah Dengan Banyaknya Lalat

Merangin Globalinvestigasinews 09/04/2020 Masyarakat Desa Langling Kec. Bangko Merangin-Jambi akhir akhir ini di buat gerah dan kesal dengan banyaknya lalat yang ditimbulkan akibat banyaknya kandang ayam potong milik pengusaha ayam potong di sekitar desa itu, karena diketahui lalat yang sudah diambang kewajaran ini berasal dari kotoran ayam yang ada di kandang, jumlahnya sudah tak terhitung.

Salah seorang warga yang mewanti untuk tidak di catut namanya berinisial JR sempat di bincangi awak media Ginews ini ” Bayangkan kalau ayam itu sudah mencapai ribuan ekor, 5.500 ekor ayam dalam satu kandang, disini ada sekitar lima kandang besar mencapai puluhan ribu ekor ayam, kalau sebanyak itu sudah berapa kotoran ayam yang dihasilkan, kami hanya menikmati bau dan lalat.” jelas JR.

Selanjutnya ditambahkan oleh beberapa warga yang lain, bahwa untuk aktifitas sehari hari sangat terganggu, untuk menyimpan makanan sudah di keragui untuk kebersihanya, ” Setiap kami hendak makan dan membuka tudung nasi, lalat lalat dengan jumlah banyak sudah hinggap, kalau kita semprot takut terkena makanan dan terkena racun.” jelas warga yang lain.

Di lain pihak ketika masyarakat sedang bersatu melawan wabah Corona, warga desa Langling di sibukkan dengn dua wabah, Corona dan banyaknya lalat, tentunya hal ini menjadi bahan telaah dan ketelitian serta ketegasan Pemerintah setempat untuk menanggulangi wabah ini, karena lalat juga di ketahui sebagai sumber penyakit.

Ketika tim Ginews mencoba sambangi keberadaan kandang ayam yang tak jauh dari pemukiman, memang benar bahwa lalat engan jumlah sangat banyak berada di sekitaran kandang ayam, ketika ditelusur siapa pemiliknya di ketahui seorang pegawai di lingkungan Pemerintah, namun sangat di sayangkan tidak dapat di jumpai karena tidak berada di tempat, hanya seorang penjaga dan mengatakan, ” Saya hanya pegawai di kandang ini, pemiliknya di Bangko Kota, kalau masalah lalat kami sudah berusaha dan mengikuti anjuran baik pemerintah atau warga desa, namun tidak disini saja adanya kandang ayam di tempat lain juga banyak,” kilah salah seorang penjaga kandang.

Kalau dilihat secara mata telanjang saja tampak jelas, ini sudah banyak melanggar aturan, baik itu Lingkungan hidup atau ketidak nyamanan yang ditimbulkan dampak kotoran ayam itu. Hal seperti ini harus segera di tangani mengingat masyarakat banyak bahkan seruan Pemerintah untuk menghmbat dan memutus mata rantai penyebaran Civid-19, masyarakat jangan di bebani lagi dengan wabah yang lain yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya yang lain pula. Pemerintah Desa dan yang terkait harus segera mengeluarkan aturan untuk kepentingan hidup orang banyak, dengn tidak terganggu dan terbebani dengan penyakit yang lain akibat dampak dari limbah kotoran ayam yang tidak terolah dengan baik sehingga menimbulkan kegerahan warga dan kalau tidak segera tertangani bisa menimbulkan efek yang tidak baik di tengah warga.
(timginews)