Berita  

Bupati Aceh Tamiang Mengadakan Video Conference Bersama PLT. Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kejati Aceh & Ketua DPRA

 8 total views,  1 views today

Bupati Aceh Tamiang Mengadakan Video Conference Bersama PLT.Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda,Kapolda Aceh, Kejati Aceh & Ketua DPRA.

Global investigasi news co.id Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn mengadakan Video Conference bersama Plt. Gubernur Aceh, Pangdam, Kapolda Aceh, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh dan Ketua DPRA. Kegitaan ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati Aceh Tamiang, Rabu, 15/04/2020.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Aceh yang telah mengirimkan helikopter dan 5 (lima) buah kapal untuk Kabupaten Aceh Tamiang guna membantu melakukan patroli laut. Kegiatan tersebut Alhamdulilah telah selesai kami laksanakan , dibantu oleh Kapolres serta seluruh Kapolsek dan Tim dalam Wilayah Aceh Tamiang untuk memantau kondisi dan situasi di jalur laut,” ujar Mursil mengawali Video Conference.

Masih dalam laporannya, Mursil berterima kasih kepada Pangdam juga seluruh Kodim dan Koramil dalam wilayah Aceh Tamiang yang turut bekerjasama dengan Pemkab Aceh Tamiang dalam melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid 19, dengan melakukan pemeriksaan kepada setiap orang yang memasuki kawasan Aceh Tamiang.

“Aceh Tamiang sangat berkomitmen menjaga Provinsi Aceh dengan menjaga perbatasan guna melindungi seluruh Masyarakat Aceh, dengan memastikan semua orang yang memasuki kawasan Aceh tidak membawa Virus Corona (Covid 19) ini. Untuk itu kami melakukan penjagaan ketat di wilayah perbatasan,” terang Mursil.

Dalam pada itu, Mursil juga menjelaskan mengenai arus mudik yang tentunya akan mengalami peningkatan arus, untuk itu Mursil meminta kepada Pemerintah Provinsi Aceh agar mengirimkan tenaga dan juga peralatan yang dibutuhkan dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid 19, sedangkan untuk pengadaan masker, Pemkab Aceh Tamiang mendapatkan bantuan 1000 Masker dari pihak BRI yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Mursil juga melaporkan terkait para TKI yang pulang dari luar negeri seperti Malaysia, Pemkab Aceh Tamiang sangat membutuhkan Rapid Test untuk melakukan test kepada TKI tersebut. Untuk itu, Mursil juga meminta persetujuan Plt. Gubernur Aceh untuk mempergunakan gedung panti jompo sebagai tempat isolasi sementara pagi para ODP.

Selanjutnya mengingat sebentar lagi kita akan menyambut Bulan Suci Ramadhan, Bupati Mursil meminta kejelasan mengenai Ibadah Sholat Tarawih, seperti yang kita ketahui bahwa Menteri Agama telah mengeluarkan himbauan agar Shalat Tarawih dilaksanakan dirumah.

Sedangkan mengenai pembagian sembako, Pemkab Aceh Tamiang membagikan kepada masyarakat yang paling terdampak dalam Covid-19 ini yakni petani Karet, yang mana pabrik-pabrik yang berada di Kota Medan sudah tutup hal ni jelas sangat berdampak kepada masyarakatnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Gubernur Aceh mengatakan agar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dapat meningkatkan Koordinasi dengan Pemerintah Kab/Kota khususnya di wilayah perbatasan untuk itu diperlukan dukungan dari semua pihak terutama Forkopimda Pemerintah Kab/Kota untuk dapat menekankan kepada seluruh unsur pekerja di Pemerintahan tidak boleh mudik.

Selanjutnya, mengenai kebutuhan yang diperlukan dalam menangani pasien Covid-19 seperti APD memang saat ini telah terjadi kelangkaan karena bkan hanya Indonesia bahkan seluruh dunia membutuhkannya sehingga untuk stock nya sangatlah kurang. Diterangkannya lagi, Pemerintah Aceh sendiri tengah menyiapkan Laboraturium khusus untuk melakukan test Covid-19 tepatnya adakan berada di Lambaro Aceh Besar. Pihaknya juga telah membagikan sembako kepada masyarakat sebanyak 61.000 paket, diharapkan Pemerintah dapat melibatkan Kampung-kampung tangguh untuk dapat diberdayakan dengan didampingi oleh Kejaksaan dalam hal penggunanaan dana BTT.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Aceh menambahkan bahwa TNI, Polri tidak akan melakukan tindakan legal maupun ilegal kepada para TKI yang sudah pulang ke Kampung halaman. Namun pihakya lebih menekankan bagaimana caranya agar para TKI yang pulang itu untuk melakukan protokoler kesehatan secara mandiri dirumahnya.(E)

Sumber Humas Setdakab Aceh Tamiang.