Desa Karya Ambalutu Yang Selalu Jadi Langganan Banjir

  • Bagikan

Desa Karya Ambalutu Yang Selalu Jadi Langganan Banjir.

Kisaran @ global investigasi news.

Setiap kali hujan pasti lah desa karya ambalutu jadi langganan banjir, ironisnya hujan turun tidak deras pun bisa juga banjir, bahkan tidak ada hujan pun di sini bisa juga banjir bang. Demikian keluhan yang di sampaikan masyarakat dusun II desa Karya ambalutu kepada awak media global investigasi news pada tanggal 01 Desember 2020 pukul 06.00 pagi dini hari saat melihat air mulai naik dan berangsur masuk ke dalam rumah warga. Dan kejadian seperti ini sangat menjadi rutinitas kami bang di sini, tanpa ada peduli dari dinas sosial dan pemerintah. Dinas sosial atau pihak Pemkab Asahan selalu peduli dengan desa Sei silau timur, desa mekar sari dan kampung antara saja bang. Jika di sana ( maksudnya desa Sei silau timur , mekar sari dan kampung antara ) teras rumahnya baru kena air sedikit saja, sudah sibuk itu pihak dinas sosial, BPBD kabupaten Asahan, dan semua aparat PEMKAB ASAHAN memfasilitasi. Tapi kami yang di sini, sehingga rumah kami mau hanyut dan tenggelam pun tidak ada yang mau peduli. Demikian warga desa Karya ambalutu bercerita dengan kesal.

Desa Karya Ambalutu adalah desa dari hasil pemekaran dari desa Ambalutu,Memiliki 6 dusun, dengan dua dusun yang rentan selalu menjadi langganan banjir yaitu dusun II dan dusun I, Kedua dusun ini letaknya persis di pinggiran sungai sei kopas. Maka setiap kali hujan turun lebih dari 1 jam maka bakal naik lah air dari sungai sei kopas. Dan yang menjadi sasaran utama adalah dusun II karena letaknya persis berada di samping sungai sei kopas. Dari tahun ke tahun hal ini di rasakan masyarakat, dan sepertinya masyarakat yang berdomisili di dusun II tersebut sudah kebal dengan banjir karena sudah menjadi rutinitas mana kala hujan dan banjir kiriman dari hulu. Akan tetapi sebagai warga negara apakah mereka tidak pantas mendapat perhatian dari pihak pemerintah ? Khususnya dari dinas sosial dan BPBD kabupaten Asahan saat mereka sedang berjuang menghadapi banjir ? Atau setidaknya perhatian dari para anggota dewan DPRD Asahan, atau bila perlu pak Camat dan Bupati sekali kali turun kenapa ke lapangan dan melihat langsung apa yang di rasakan masyarakat yang berdomisili di dusun II dan dusun I dari desa Karya Ambalutu ini. Mungkin dengan mau turunnya para elite pejabat Pemkab Asahan di lapangan bisa di dapat solusi bagaimana caranya supaya bisa menahan debet air yang meluap dari sungai sei kopas tersebut.

Harapan masyarakat dusun II dan dusun I desa Karya Ambalutu sekarang adalah berharap, semoga Bangunan Benteng Penahan air yang sedang di kerjakan saat ini, dengan biaya yang hampir mencapai 300 juta itu bisa mencegah meluapnya air dari sungai sei kopas. Tinggal itu lah harapan warga dusun II, jika sampai Benteng tersebut juga gagal maka pupus lah sudah pengharapan dari masyarakat dusun II desa Karya Ambalutu tersebut. Mungkin nunggu anggaran tahun tahun berikutnya lah jika pun ada.

Selain bangunan benteng penahan air yang sedang di bangun, sebelumnya memang sudah ada di bangun riol parit yang rencana nya riol parit tersebut bisa memperlancar jika air naik dari sungai sei kopas. Namun menurut warga riol parit yang di bangun itu malah tidak efektip sama sekali. Bahkan bisa di bilang justru karena riol parit tersebut justru membuat air lebih cepat masuk ke perumahan warga.

Harapan masyarakat desa Karya ambalutu, khususnya yang bermukim di dusun II dan dusun I. Mohon lah perhatian yang serius dari pemerintah kabupaten Asahan dalam hal membuat bangunan untuk mencegah terjadinya banjir. Dan mohon lah kepada dinas terkait supaya bisa juga bisa lebih tanggap untuk penanggulangan bencana alam di desa Karya ambalutu.

Reporter/editor : Supri Agus.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: