GMBI ACEH PERTANYAKAN PERIHAL PEMECATAN DIRUT RSUDZA

  • Bagikan

GMBI ACEH PERTANYAKAN PERIHAL PEMECATAN DIRUT RSUDZA

Globalinvestigasinews.com Banda Aceh- Pemberhentian dari jabatan sebagai orang nomor satu di rumah sakit Pemerintah Aceh RSUDZA Banda Aceh menimbulkan tanda tanya besar dari banyak pihak.

Seperti halnya yang datang dari ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) DPW Aceh Zulfikar mempertanyakan terkait pencopotan Dr. dr. Azharuddin, SP OT K-Spine FICS dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

“Apa alasan pak gubernur Aceh Nova Iriansyah, hingga harus mencopot Dr. dr. Azharuddin, SP OT K-Spine FICS dari jabatannya, apa karena dirut di RS tersebut tidak mau menandatangani Surat serah Terima alat kesehatan yang diduga tidak sesuai dengan kebutuhan di RSUDZA”, ujar Zulfikar kepada sejumlah awak media di sebuah cafee di Banda Aceh, selasa 5 Januari 2021

Zulfikar menambahkan, menurut informasi yang sudah kami terima, banyak kejanggalan dalam surat serah terima alat-alat kesehatan untuk RS zainal abidin, makanya dirut tidak mau menandatangani nya, namun untuk kebenaran informasi tersebut kami akan segera menemui pak Nova untuk mempertanyakan kebenaran nya”, sebut Zulfikar

Bahkan menurut informasi yang sudah beredar di kalangan masyarakat, jelas jelas ada item yang mubazir, seperti 2 unit Container PCR dengan harga 32 miliar, setiap container ada 2 unit PCR, harganya 2 miliar satu PCR, 4 unit mesin PCR tersebut harganya sudah 8 miliar. Sebutnya

Sedangkan Yang dibutuhkan di RSUZA hanyalah mesin PCR tanpa kontainer, kenapa pemerintah memaksakan kehendaknya untuk beli container dengan harga 24 miliar, kapolda dan kajati jangan tutup mata terhadap dugaan korupsi berjamaah ini, cetus zulfikar dengan nada kesal.

Bahkan ada informasi kadis koperasi dan UMKM Dr, Wildan dicopot tampa alasan yang jelas, ini menjadi PR besar bagi kita semua untuk mengusutnya, tutur Zulfikar

Sebagai mana yang sudah diberitakan beberapa media online, dirut RSUDZA dicopot oleh gubernur Aceh Nova Iriansyah senin 4 januari 2021, tampa alasan yang jelas.

Dirut RSUDZA pun belum mengetahui perihal kenapa dirinya diganti sebagai Direktur, dia juga tidak mengetahui siapa pengganti Direktur RSUDZA Banda Aceh selanjutnya.

Reporter: ZAS

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: