SULASTIO KATAKAN OKNUM PENAGIHAN COLEKTOR BAF CABANG PANGKAL PINANG DIDUGA TIDAK BERETIKA BAIK

  • Bagikan

SULASTIO KATAKAN ” OKNUM PENAGIHAN COLEKTOR BAF  CABANG  PANGKAL PINANG DIDUGA  TIDAK BERETIKA BAIK DALAM PENAGIHAN KEPADA KONSUMEN.

Ginewstvinvestigasi..com.

Propinsi kepulauan Bangka Belitung.

Pangkalpinang Selasa.05-01-2021.
Penagihan yang dilakukan oleh karyawan baf “  Inisial DL ” tidak beretika dan terkesan mengintimidasi, dan dengan cara memaksa debitur/konsumen untuk membayar kendaraan yang tertunggak 2 bulan, padahal sisa angsuran masih tersisa 11 bulan dari masa tenor 36 bulan, kurang lebih konsumen telah membayar sembilan belas jutaan rupiah.

Menurut Hal ini di alami oleh Sdr. Agus rizal Warga Kampak Pangkal Pinang selaku debitur dari lembaga pembiayaan BAF (Bussa Auto Finance) cabang pangkal pinang provinsi bangka belitung.
Colector yang bernama “DN kolektor yang diutus BAF diduga  memaksa Sdr.. Agus rizal selaku debitur BAF dipaksa untuk membayar tunggakan kredit motor mio-s selama 2 bulan atau sebulan saja kalau tidak kendaraan itu akan ditarik. Tuturnya.

Dengan perkataan kasar dan intimidasi  dilakukan oleh collektor memaksa konsumen untuk membayar. Padahal agus rizal sudah minta tempo 1 minggu lagi akan membayar seluruh tunggakan itu, seorang kolektor yang diutus BAF tetap saja mau menarik kendaraan tersebut.
Beberapa kali cellektor menteror dan mengitimidasi konsumen dengan nada kasar dan tak beretika mau menarik kendaraan yang menunggak tersebut, 

Waktu terpisah “saat di konfirmasikan  “Menurut Tio ketua LSM Pengawal Hukum dan Kebijakan Publik (PHKP) sudah seharusnya PT BAF merekrut tenaga penagihan yang profesional yang punya etika, berpendidikan dan paham aturan bukan malahan menyuruh Oknum preman yang akan menimbulkan masalah baru terhadap ketertiban masyarakat. Walaupun kita tau secara ekonomi kedudukan ekonomi antara konsumen dengan BAF memang jauh berbeda tetapi mereka sama dimata hukum, jadi hormati hak hukum konsumen jangan seenaknya main tarik apalagi konsumen telah membayar banyak lebih dari separuh..tegas Sulastio.

Tio katakan ” Sudah jelas putusan MK .Menyatakan Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889) sepanjang frasa “kekuatan eksekutorial” dan frasa “sama dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap” bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai“terhadap jaminan fidusia yang tidak ada kesepakatan tentang cidera janji (wanprestasi) dan debitur keberatan menyerahkan secara sukarela objek yang menjadi jaminan fidusia, maka segala mekanisme dan prosedur hukum dalam pelaksanaan eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia harus dilakukan dan berlaku sama dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Menyatakan Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889) sepanjang frasa “cidera janji” bertentangan denganUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai bahwa“adanya cidera janji tidak -ditentukan secara sepihak oleh kreditur melainkan atas dasar kesepakatan antara kreditur dengan debitur atau atas dasar upaya hukum yang menentukan telah terjadinya cidera janji”;
4.Menyatakan Penjelasan Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889) sepanjang frasa “kekuatan eksekutorial” bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai “terhadap jaminan fidusia yang tidak ada kesepakatan tentang cidera janji dan debitur.
keberatan menyerahkan secara sukarela objek yang menjadi jaminan fidusia, maka segala mekanisme dan prosedur hukum

hukum dalam pelaksanaan eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia harus dilakukan dan berlaku sama dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Menyatakan Pasal 15 ayat (3) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889) sepanjang frasa “cidera janji” bertentangan denganUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai bahwa“adanya cidera janji tidak -ditentukan secara sepihak oleh kreditur melainkan atas dasar kesepakatan antara kreditur dengan debitur atau atas dasar upaya hukum yang menentukan telah terjadinya cidera janji”;
4.Menyatakan Penjelasan Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889) sepanjang frasa “kekuatan eksekutorial” bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai “terhadap jaminan fidusia yang tidak ada kesepakatan tentang cidera janji dan debitur.
keberatan menyerahkan secara sukarela objek yang menjadi jaminan fidusia, maka segala mekanisme dan prosedur hukum dalam pelaksanaan eksekusi Sertifikat Jaminan Fidusia harus dilakukan dan berlaku sama dengan pelaksanaan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Tuturnya.

Sebagai negara hukum hargai hak-hak hukum orang lain, jangan memaksakan kehendak apalagi melakukan pemaksaan ataupun intimidasi dengan gaya preman. Kalau memang debitur wanprestasi silahkan ajukan gugatan, knapa harus pake gaya Oknum preman.

Namun disayangkan saat dikonfirmasikan lewat seluler maupun Wshaatpnya, oknum Colektor BAF ,inisial DN , hanya menjawab singkat  wshaatpnya mengatakan silahkan datang ke kantor aja.

Dan begitu juga dengan kepala cabang BAF insial DI  ,saat di hubungi engan untuk mengangkat telpon dan begitu juga dengan Wshaatpnya ,tidak Memjawab apa pun sehingga berita ini di publiskasikan.

Ginewstvinvestigasi com.
(MFD &Team)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: