Atlet Tanjab Timur, Merawat ASA Juara dan Berlatih Terus Ditengah Pandemi Covid-19

  • Bagikan

Jambi-Globalinvestigasinews.com.
2021/07/25. Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat perubahan drastis semua kegiatan, termasuk salah satunya cabang olah raga Atletik, Deretan ajang olah raga baik Daerah, Nasional maupun Internasional mengalami penundaan, namun menyerah bukan jawaban atas kondisi tersebut. Para atlet ini terus semangat berlatih meski di tengah pandemi Covid 19, guna melatih fisik, Mental untuk bertanding,
Salah satunya cabang atletik lari, “Merawat ASA Juara di tengah  pandemi Corona berlangsung”.

“Kami tak pernah lelah berlatih. Semangat ini kami tanamkan untuk membawa nama Kabupaten Tanjung Jabung Timur ” jelasnya

Pelatih cabang atletik lari, Suratmin. S.PD  mengungkapkan, semangat para atlet di tengah pandemi Corona untuk berlatih semangat para Atlit sangatlah tinggi, Selain itu juga untuk menjaga kebugaran.

Suratmin menambahkan, kendalan yang dirasakan saat ini ialah alat latihan. Sehingga pihaknya sangat mengharapkan ada perhatian pemerintah dalam hal ini. “Fasilitas latihan kami masih kurang, saya harap pemerintah bisa melihat hal ini,” katanya

Saat media sambang ketempat latihan Atletik di Kramas kelurahan parit culum I kecamatan Muara Sabak kabupaten Tanjung Jabung Timur,

Awak media sempat berbincang bincang dengan Atlet yang banyak menyumbang medali dan penghargaan, Ade dan Bayu.

Saat awak media tanya terkait Perjalanan kedua Kakak beradik ini Ade Mardian Syahputra. S.Or  Lompat Jauh, lari Estafet dan lari gawang, serta Bayu Anggara Syahputra atlet Lari Maraton 10 KM dan lari Estafet, mereka berdua sebelum Masa pandemi covid 19 tahun 2019 sering meraih juara bahkan sudah banyak medali dan Piagam Penghargaan yang ia raih dari cabang Atletik sudah tidak di ragukan lagi, keduanya sudah sering membawa nama kabupaten Tanjab Timur bahkan nama provinsi jambi di ajang lomba dari tingkat daerah maupun Nasional,

Keduanya tertarik cabang olahraga tersebut saat berusia 12 tahun, saat  duduk di SMP, dari
Kerja kerasnya membuahkan hasil apa yang selama ini diimpikan. Sejumlah medali diraihnya dalam berbagai kejuaraan di tingkat Daerah pada tahun 2019, saat ini hanya fokus latihan karena Event – Event tidak ada di masa pandemi covid 19.

Kedua Kakak beradik ini menjelaskan Setiap atlet pasti menginginkan untuk memperoleh medali emas atau punbyang terbaik di semua event, termasuk di ajang lomba apa pun,

Ia mengatakan untuk memperoleh emas enggak gampang, Namun, saya akan berusaha mewujudkannya setiap perlombaan untuk membawa nama kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terbaik di setiap perlombaan, Tentu saja semua itu tidak seperti membalikan telapak tangan, perlu latihan yang rutin dan juga harus dapat dukungan dari Pemkab Tanjab Timur dan semua pihak terkait.

Saat di tanya media ,Apa yang membuat Anda jatuh cinta pada olahraga Ateletik ini dan Motivasi apa yang membuat Anda bersemangat untuk membawa nama kabupaten Tanjung Jabung Timur kedepannya.
Ia mengatakan “Dulu niatnya cuma iseng saja sih. Saya datang ke tempat latihan enggak tahunya disuruh ikut latihan dan saya termotivasi kalau latihan serius bisa jadi juara, dan bisa menyumbangkan medali untuk Kabupaten yang kita cintai ini”.tuturnya.
 
Terkait kegagalan tanya media kepada kedua Atlet ini “Hal yang memotivasi saya untuk bangkit dari kegagalan adalah keluarga saya, yang selalu menyemangati saya saat latihan dan bertanding salah satunya Ayah saya”Ucapnya.

Terkait Latihan khusus tanya media, ia mengatakan  “enggak ada, Om. Yang penting ada niat berlatih secara serius dan  kita tekadkan untuk menjadi juara. Namun, jika niat tadi untuk menjadi juara tidak dibarengi latihan dan doa, sama saja bohong”.tuturnya sambil tersenyum.

Terkait Harapan kedepannya “Semua itu harus didukung penuh oleh semua pihak, mulai dari pelatih, pengurus, hingga Pemkab Tanjung Jabung Timur, Koni dan yang utama Doa Dari keluarga khususnya kedua Orang Tua.tuturnya.

Siapa orang yang paling berjasa sehingga Anda bisa berprestasi,
Yang paling berjasa tentunya orangtua saya. Tanpa doa restu orangtua, tentu enggak mungkin saya berhasil seperti saat ini. Begitu pula peran pelatih, KONI, Pokoknya semua yang mendukung saya.

Selain itu, perhatian dari pemerintah daerah, untuk menciptakan atlet berprestasi juga masih kurang. Pelatih pun harus berani berkorban untuk atletnya yang ia latih.
Setiap orang pasti memiliki motivasi dan impian, untuk  memenangi setiap perlombaan akan tetapi para Atlit mohon dukungan dari pemerintah dan pihak pihak terkait,(T111k).

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: