“Diduga Kepala Desa Tanjung Sari Tidak Menghargai Jasa Para Pahlawan ?!”

Globalinvestigasinwes,com-kecamatan palas lampung selatan, Selama 350 tahun bangsa Indonesia berjuang melawan dari jajahan Belanda demi mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda kemerdekaan.

“Tentunya selama ratusan tahun itu tidak mudah bagi para pahlawan untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Setelah sekian lama berjuang, akhirnya dibawah kepemimpinan Presiden Soekarno, bangsa Indonesia berhasil mengibarkan bendera sang saka merah putih pada 17 Agustus 1945, 76 tahun silam.

Sebab itulah, sebagai lambang Negara Indonesia, bendera merah putih tidak diperbolehkan berkibar dengan kondisi kusam, luntur, kusut, apalagi sampai robek.

Namun tak disangka, ketika awak media melintas melewati Balai (Desa) tanjung sari Kecamatan palas lampung selatan, (lamsel), Senin 16 agustus, 2021, terlihat bendera merah putih yang berkibar di halaman kantor desa tanjung sari yang suda tidak lagi layak berkibar.

awak media sempat menghampiri dan bertemu langsung kades tanjung sari (jarwo) di ruangan kerjanya akan tetapi sangat disesalkan awak media tidak di hiraukan terkesan cuek.

Kibaran bendera merah putih yang telah kusam dan robek termakan usia ini sebagai cermin bahwa aparatur desa tanjung sari, tersebut tidak pernah menjalankan upacara bendera.

Terbukti, Kepala desa tanjung sari, jarwo tidak memperhatikan lambang negara sangsaka bendera merah putih sebagai lambang negara Indonesia di halaman balai desa sendiri bahwa sudah tidak layak untuk berkibar.

lanjut awak media pun mencoba menghubungi camat palas (rika) melalui pia telepon, iya pun menyampaikan akan segera menegur dan menyampaikan kepada aparatur desa setempat.”.ucapnya

media pun mencoba menghubungi salah satu pembela negara dari rong-rongan musuh luar maupun dalam negri, salah satu yang ada di koramil 08-palas untuk diminta pendapat terkait bendera yang berkibar di halaman balai desa tanjung sari yang terkesan di abaikan/tidak terawat, iyapun mengatakan,

“Nah ini dia perlu keritik yg tajam di mana rasa cintanya terhadap bangsa ini..kalau kantor desa saja tidak mampu..perlu di tegor,ucapnya melalui pia pesan whatsApp.

sesuai dengan Undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang mengibarkan bendera negara yang telah kusam, luntur, rusak dan robek dapat dikenakan pidana kurungan penjara selama satu tahun atau denda sebesar seratus (100) juta rupiah
(didi-rekan)