‘Warga Mengeluhkan Harga Yang Ditawarkan Sebagai Ganti Rugi Pelebaran Jalan Belum Sesuai Harapan ?!”

Kebumen, 18-08-2021 Globalinvestigasinews.com
Jembatan Sokalia Baru yang terletak di Desa Sido Dadi kecamatan Puring-Kebumen yang menurut informasi sejak awal tahun 2021 mulai persiapan akan di bangun menemui kendala. Ada sekitar 9 warga dan akses pemakaman umum yang terdampak diwilayah tersebut. Hal itu dikarenakan salah satu warga yang tanah serta bangunan rumahnya terkena dampak proyek tersebut merasa belum mendapatkan haknya sebagai ganti rugi yang sempat disampaikan oleh salah satu pegawai PU KEBUMEN sebelumnya. Menurut warga saat itu dari pihak PU menyampaikan kalau ganti rugi lahan akan diberikan 2 kali lipat dari harga normal tanah diwilayah tersebut. Tapi setelah proses nego dan mediasi yg kabarnya sudah sampai 3 kali dilakukan,kesepakatan harga belum kunjung didapatkan.

“Dulu awalnya saya di janjikan akan diganti rugi 2 kali lipat dari harga umum tanah diwilayah sini oleh yang punya proyek. Saat itu ya saya manut2 saja dan sampai saat saya dikasih tau harga ganti rugi yang kalau ngga salah nilainya hanya sekitar 6.500.000/ubin, saya memang terkejut dan protes. Disini memang jarang ada jual beli tanah tapi kalau ditaksir harga tanah kering disini itu sekitar 8.000.000-10.000.000/ubin karena tanah saya berbatasan langsung dengan jalan utama. Jadi intinya saya tidak akan melepas tanah saya ketika hanya di hargai 6.500.000/ubin karena itu dibawah harga normal walaupun dari pihak PU sendiri tetap kekeh diharga itu dan saya di takut-takuti untuk proses pengadilan,saya ngga takut orang itu tanah saya kok…tiap tahun saya juga rajin bayar pajak.” jelas Suro Suwito (83th) pemilik tanah dan rumah yang terdampak.

“Bapak saya sebenarnya tidak mempersulit proses proyek itu dan tidak minta ganti rugi yang tinggi. Hanya saja Bapak saya meminta hak nya karena di awal sudah disampaikan kalau Bapak saya akan dapat ganti 2 kali harga normal. Itupun tidak paten di angka segitu. Ya yang normal saja yang penting Bapak saya ngga rugi Karena perbandingan harga 6.500.000 itu yang buat bandingan itu wilayah lain yang harga pasaran tanahnya lebih murah dari tanah bapak saya. Apalagi rumah depan,teras serta kios yang ada dirumah itu juga terkena dampak pelebaran jalan. Sudah 3 kali pihak PU dan Bapak saya di mediasi di kantor Desa Sido Dadi yang mana terakhir itu kemarin tanggal 12-08-2021 tapi tetap belum ada kesepakatan. Bahkan dari pihak PU ada yang bilang kalau Bapak saya lebih baik menerimanya dari pada nanti proses pengadilan. Hal itu menurut saya seperti menekan bapak saya untuk nuruti pihak PU.”jelas Sunarto (47th) anak ke 4 dari pemilik tanah.

Kepala Desa Sido Dadi, Suparlan juga menyampaikan ke awak media bahwa pihaknya sudah ber upaya memediasi tapi belum juga ada hasil “kami dari pihak Pemdes sudah berupaya memfasilitasi persoalan itu. Namun sampai kemarin tanggal 12 masih belum ada titik temu. Dalam hal ini pihak kami bahkan disuruh membuat undangan kepada warga terdampak itu perintahnya dari pihak PU hanya lewat WHATAPPS pribadi dan tidak ada surat resmi ataupun penyampaian secara langsung kepada pihak Pemdes untuk mengadakan rapat mediasi. Kami disuruh ngundang warga tapi berkas daftar hadir atau berita acara mediasi waktu itu kami ngga di kasih dan semua dibawa oleh pihak PU. Mengenai harga yang diberikan pihak PU kepada warga saya juga tidak pada standar harga normal disini. Itu perbandingan harga tanah desa sebelah yang lebih murah. Rencananya kami akan mengundang pihak PU dan warga terdampak untuk melakukan mediasi lagi dalam waktu dekat. Saya sebagai Kepala Desa berharap warga saya mendapatkan haknya secara penuh serta adil untuk semua pihak dan tidak terjadi suatu hal yang tidak di inginkan kedepannya “pungkas nya. (DN-BVB)