Sub Rancamanyar Sektor 7 Satgas Citarum Tertibkan Bangunan Liar

  • Bagikan

Sungai mati (oxbow) di wilayah Sektor 7 Satgas Citarum tepatnya Sungai Citarum lama perlu ada operasi gabungan dari instansi terkait karena dibantaran sungai tersebut sudah berdiri bangunan-bangunan liar/bangunan tidak bersertifikat, patok-patok sudah berada dalam bangunan atau bergeser juga hilang karena alam, bahkan sampah-sampahpun berserakan dibuang begitu saja oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Penataan Oxbow atau sungai-sungai mati sudah menjadi salah satu program konservasi untuk mendukung program Citarum Harum. Selama ini kondisi Oxbow kurang tertata karena menjadi tempat pembuangan limbah dengan volume sedimentasi yang besar serta pemanfaatan lahan oleh masyarakat sehingga perlu dilakukan penataan kembali.

Anggota Sub Rancamanyar Sektor 7 Satgas Citarum dan Relawan Citarum dipimpin Dansub Peltu Jumain melaksanakan pembersihan sampah-sampah dan penertiban bangunan liar di sekitar bantaran Sungai Citarum lama, Rabu (24/11/2021).

Dengan adanya bangunan-bangunan liar daerah ini menjadi kumuh terlihat seperti kandang hewan yakni kandang kelinci, kandang kambing. Kandang-kandang tersebut dibongkar dikumpulkan jadi satu kemudian dibakar.

Sub Rancamanyar juga melaksanakan bersih-bersih sampah yang berserakan di bantaran sungai, dikumpulkan, dikarungi selanjutnya diangkut dan dibuang ke TPS terdekat. Mengantisipasi musim hujan hampir terjadi setiap hari sehingga aliran air sungai tidak membawa sampah-sampah ke Sungai Citarum.

Peltu Jumain menyebutkan sesuai perintah Dansektor 7 Satgas Citarum Kolonel Inf Jefson Marisano bahwa Sungai Citarum, anak cucu sungai harus bersih dan tidak ada yang membuang sampah sembarangan.

Oleh karena itu, Peltu Jumain tidak bosan-bosannya selalu berkoordinasi dengan RT/RW setempat untuk selalu menjaga kebersihan sungai, memberikan sosialisasi atau edukasi kepada warga masyarakat setempat untuk tidak membuang sampah sembarangan karena akan berdampak banjir, menimbulkan penyakit dan bau tidak sedap sehingga tidak ada kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut. (Pendam III/Siliwangi).

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: