Panitia Program PTSL 2019 Fatma Reni Desa Babakan Dipertanyakan Publik, “BPAN BASUS D88 Akan Adukan ke APH !?

 1 total views,  1 views today

Globalinvestigasinews.com Lumajang, 15 April 2022 – Berawal dari pengaduan beberapa masyarakat yang tidak mau di sebutkan identitasnya dimana mereka ikut program PTSL tahun 2019 yang sampai sekarang jangankan sertifikat patok batasnya saja banyak yang belum terpasang, padahal mereka sudah membayar, Untuk memastikan kebenaran pengaduan masyarakat tersebut maka pada tanggal 13/4/2022 wartawan media ini beserta TIM BASUS D88 (BPAN) Badan Penelitian Aset Negara, klarifikasi kelapangan ternyata apa yang disampaikan masyarakat benar bahkan masyarakat menyampaikan mereka sudah beberapa kali menanyakan ke sekdes Babakan Fatma Reni sekaligus sebagai ketua panitia PTSL yang ada di desa Babakan selalu di jawab belum selesai masih dalam proses jelasnya.
“Setelah menemui beberapa narasumber wartawan media dan TIM BASUS D88 (BPAN) ini datang ke balai desa Babakan untuk komfirmasi ke ketua PTSL tahun anggaran 2019 Fatma Reni sekaligus sebagai sekdes ( Sekretaris Desa) yang bersangkutan menjelaskan dari 1100 bidang yang ikut PTSL yang selesai sertifikatnya -+900 atau 70% sisanya masih dalam proses.
“Masih menurut Fatma Reni mengenai tanda batasnya tiap-tiap bidang untuk sementara waktu itu hanya di kasih bambu, sedangkan pengadaan dan pemasangan patok batas yang permanen sudah tugaskan kesetiap kasun pungkasnya.
“Di tempat terpisah BASUS D88(BPAN) Saiful Syah menjelaskan sebetulnya Pada pertengahan bulan Februari 2018, Presiden Joko Widodo resmi menandatangani Inpres Nomor 2/2018 tentang Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 17 November 2021.Inpres ini dikeluarkan guna mempercepat terdaftarnya seluruh bidang tanah di Indonesia,seperti mandat Pasal 19 UU Pokok Agraria 1960. Percepatan pendaftaran tanah ini dicanangkan sampai Tahun 2025. Masih menurut Saiful Syah selain hal tersebut supaya masyarakat kedepannya punya kepastian hukum, tentunya setiap bidang yang di ikutkan PTSL harus di pasang Patok atau Tanda Batas adalah Tanda-tanda batas yang dipasang pada setiap sudut batas tanah dan, apabila dianggap perlu oleh petugas yang melaksanakan pengukuran juga di pasang pada titik-titik tertentu sepanjang garis batas bidang tanah tersebut dan untuk sudut-sudut batas yang sudah jelas letaknya karena ditandai oleh benda-benda yang terpasang secara tetap seperti pagar beton, pagar tembok atau tugu/patok penguat pagar kawat, tidak harus dipasang tanda batas.Patok dalam Pendaftaran Tanah Dasar Hukum Pemasangan Patok atau Tanda Batas ini diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah dalam pasal 19, 20, 21, 22 dan 23.Langkah – Langkah Pemasangan Patok Berikut ini adalah tahapan dalam pemasangan patok untuk keperluan penunjuk batas tanah :Pastikan bahwa patok batas tanah, terpasang tiap sudut perimeter tanah sesuai dengan data yang terdapat dalam bukti kepemilikan tanahJika patok yang ada belum permanen (tidak dicor terbuat dari kayu) atau tidak terlindungi dengan baik, sebaiknya dibuat patok beton dengan cor dan memasang titik batas dengan tanda paku tertanam di tiap patok danJaga patok-patok yang telah dibuat secara permanen tersebut dengan perimeter yang baik dan dapat dengan mudah dilihat.Pastikan pemasangan patok dilihat/disetujui oleh tetangga yang berbatasanJika diperlukan, dapat dibuat patok-patok lainnya diluar sudut perimeter untuk mempermudah pelaksanaan pengukuran oleh petugas dan pematokan berikutnya.Dengan demikian tentu bisa mengurangi konflik antar sesama . Karena ini masyarakat sudah membayar untuk biaya Patok yang permanen yang sampai sekarang belum terpasang serta sertifikatnya banyak yang belum selesai tentunya kami tidak segan berkirim surat ke panitia yang ada di desa Babakan kecamatan Padang juga ke instansi terkait kalau perlu akan kami adukan permasalahan ini ke APH tandasnya (Saiful