“Ronting Adalah Rumah Kita”

 104 total views,  1 views today

Ronting,Globalinvestigasi,News.Com

Saya begitu tertarik untuk menulis tentang kampung halaman saya, karena di sanalah tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Tak ada tempat yang lebih saya cintai selain tanah kelahiran saya dan kehidupan didalamnya. Tulisan ini adalah penggalan kecil yang ingin saya utarakan, tentu akan banyak ulasan dalam perspektif lain dari teman-teman saya yang lahir dan dibesarkan di tempat yang sama (Ronting).

Ronting merupakan suatu perkampungan yang terletak di pesisir pantai utara pulau Flores, tepatnya di Desa Satar Kampas Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penduduk Ronting yang terdiri atas kelompok masyarakat yang beragam secara profesi, ada yang berprofesi sebagai ASN, TNI/POLRI, Wiraswasta, Petani dan tentunya Masyarakatnya bermayoritas Nelayan.

Nelayan Ronting terbagi menjadi dua kelompok besar yakni kelompok nelayan yang bermata pencaharian pukat ikan terbang (puka uta kamoa dalam bahasa keseharian kita) aktivitas pukat ikan terbang ini biasanya para nelayan berangkat sejak dini hari setelah subuh dan kembali berlabuh untuk membongkar hasil tangkapannya pada sing hari hingga sore hari, ketika musim ikan terbang membanjiri ada juga yang berlabuh malam hari.

Dan ada juga kelompok nelayan yang bermata pencaharian bagang, aktivitas bagang ini para nelayan berangkat sejak sore hari setelah ashar dan kembali di pagi harinya. Kalau musim ikan sedang naik (teka dalam bahasa keseharian kita) para nelayan bagang ini biasa membongkar hasil tangkapannya di malam hari dengan meggunakan pola penjemputan hasil tangkapan dengan menggunakan perahu yang digunakan untuk pukat ikan terbamg disiang hari tadi. Tentu secara universal penduduk ronting dari dulu hingga saat ini hampir pernah merasakan sebagai nelayan ulung. Nelayan dan Tani sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan hidup masyarakat Ronting. Para leluhur mewarisi kita cara menjadi nelayan handal dan petani sukses.

Maka tidak heran jika para anak muda Ronting yang tumbuh dewasa ini tergolong anak muda yang beruntung karena hampir setiap hari di masa kanak-kanak sudah disuguhkan dengan makanan bergizi (Ikan) yang dapat menambah tingkat kecerdasan, ditambah lagi Antusias dan peran orang tua yang terus mendorong anak-anak mereka untuk sekolah hingga ke perguruan tinggi sangat luar biasa. Hingga dapat kita temukan hampir di berbagai daerah terdapat putra-putri Ronting yang melanjutkan studinya. Tidak saja menuntut ilmu di perguruan tinggi, bahkan setiap tempat dijadikan sebagai tempat untuk belajar.

Sejak kepulangan ke kampung halaman dari tanah perantauan, peran anak muda ronting selain menginisiasi untuk kemajuan kampung halaman mereka juga terlibat aktif menjadi nelayan dan bertani sebagai wujud meneruskan warisan yang ditinggalkan para leluhur.

Ronting merupakan icon yang perlu kita rawat secara bersama. Merawat dan menjaga Ronting bukan tugas dan tanggungjawan orang tertentu melainkan tugas dan tanggungjawab kita bersama, kita bukan hanya berkeinginan melihat bagaimana Ronting hari ini dan kemarin tetapi kita ingin melihat Ronting yang penuh dengan kemajuan di masa yang akan datang. Untuk mencapai itu semua kita membutuhkan kolaborasi antar individu, kelompok dan lintas generasi.

Ronting dengan segala kekayaan alamnya tentu menjadi instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh setiap kita untuk menuju perubahan secara ekonomi, pun juga tidak terlepas dari keunggulan sumber daya manusianya. SDM masyarakat Ronting bisa dikatakan diatas atas rata-rata, karena hampir disetiap masing-masing perumahan warga terdapat dua hingga empat yang bergelar Sarjana dan paling sedikit satu Sarjana dalam satu rumah.

Hal ini menjadi modal besar ketika kita menggagas bagaimana Ronting yang kita idamkan dimasa yang akan datang. PR kita adalah bagaimana menjadikan Ronting menjadi central peradaban dimasa sekarang dan yang akan datang.

Rumah kita bernama Ronting adalah milik kita bersama dan masing-masing kita memiliki tanggungjawab yang sama untuk merawat dan menjaganya. Prinsip kekeluargaan, Kebersamaan, gotong royong, saling menghormati, saling membantu dan saling menjaga adalah kesatuan prinsip yang harus dan terus dijaga agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Uma ndai kesamakai ngarana Ronting (Rumah Kita Bersama Bernama Ronting).

GlobalNews.Com – Saimin,Ss