Aceh Singkil – GINEWSTVINVESTIGASI.COM
“Terbungkus rapi seolah-olah Turnamen paling Sukses di Kabupaten Aceh Singkil ?!”
Bagaimana tidak, sebab Pimpinan/Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Forkopimda Champions Cup 2024 itu merupakan orang berkelas juga konon katanya sebagai Anggota TNI aktif.
Tapi hari ini, Oknum TNI itu jelas diduga sudah merusak Citra Forkopimda Aceh Singkil Tahun 2024 silam.
Pasalnya, hingga saat ini konon katanya honor anggota Panpel Forkopimda Champions Cup 2024 tidak dibayarkan ??.
Entah apa penyebabnya honor tidak dibayar kita tidak tahu, padahal turnamen Forkopimda dibuka langsung oleh Pj. Bupati Aceh Singkil kala itu Drs. Azmi, MAP pada 15 Juli 2024 lalu.
Hal ini diungkapkan salah seorang Anggota Panpel Turnamen Forkopimda Cup, Buyung Ameh kepada awak Media GIN, Munggu, (16/03/2025).
Honor kami hingga kini belum dibayar, ” ungkapnya.
“Lebih dari lima belas hari kami bekerja sebagai panitia melakukan berbagai kegiatan namun honor kami hingga kini tidak dibayar oleh Ketua Panitia,” ujarnya.
Bukan tidak capek kami setiap hari selama kegiatan itu berlangsung.
Hanya Rp. 100 ribu saja yang dibayar waktu itu,” ucapnya kesal.
Ia mengaku, kalau memang kami tahu sejak awal honor tidak ada, pasti kami tidak mau ikut sebagai panitia, ” jelas Buyung Ameh nama panggilannya.
Terpisah, Aulia juga merupakan salah satu Anggota Panpel membenarkan hal tersebut.
“Hingga detik ini kami tidak terima honor kegiatan turnamen Forkopimda itu,” imbuhnya.
Padahal sudah cukup lama kegiatan selesai, anehnya, selesai turnamen tidak ada komunikasi sama sekali dari Ketua Panitianya.
Seharusnya kami didudukan bersama menjelaskan apa yang terjadi sehingga honor tidak dapat dibayarkan.
Sudah hampir 8 bulan kegiatan selesai, tapi kami yang merasakan capeknya.
Ironisnya Hamdi sebagai Ketua Panitia keluar dari Grup Forkopimda tanpa. meninggalkan pesan apapun, ketika dihubungi via telepon selulernya tidak mau mengangkat,” tutup Aulia.
Hamdi sebagai Ketua Panitia, saat dikonfirmasi via Nomor WhatsApp, Selasa (18/03/25) mengatakan, apalagi yang harus direspon.
“Apalagi yang saya respon terkait hal Piala Forkopimda sudah lama berlalu.
Uang pribadi saya sudah banyak habis”, ungkapnya.
Dengan uang pribadi, saya sudah membayar hadiah, bayar wasit, bon di warung dan anggota sudah saya kasih Rp. 200 ribu per 1 orang, banyak lagi yang saya bayar”, ujar Hamdi.
“Jadi tidak ada lagi yang harus dibahas masalah itu, saya tidak ada terima uang dari Pemda”, tutup Hamdi. ***
-Tim-












