GLOBAL INVESTIGASI NEWS,,,
Pemalang, Jawa Tengah – Duka menyelimuti Kabupaten Pemalang menyusul tragedi jatuhnya pohon beringin besar di Alun-alun Pemalang pada Senin, 31 Maret 2025, sekitar pukul 06.30 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi saat pelaksanaan Salat Idul Fitri, menewaskan dua orang dan melukai 17 lainnya. Dua korban kritis masih menjalani perawatan intensif. Kapolres Pemalang telah melaporkan kejadian ini kepada Kapolda Jawa Tengah.
Pohon yang tumbang tepat di depan Pos Polisi Alun-alun Pemalang menimpa sejumlah jamaah yang tengah melaksanakan salat. Identitas korban meninggal dunia adalah:
- Rasmono, 42 tahun, wiraswasta, Jl. Wijaya Kusuma, RT.04/RW.07, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di TKP).
- Anita Rahmawati, 39 tahun, Jl. Nusa Indah, RT.08/RW.08, Kelurahan Pelutan, Pemalang (meninggal di RS. Harapan Sehat).
Sementara korban kritis adalah:
- Rasmani, 70 tahun, wiraswasta, Jl. Teratai, RT.03/RW.10, Kelurahan Pelutan, Pemalang.
- Titi Sundari, 68 tahun.
Lima belas jamaah lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.
Kejadian ini langsung viral di media sosial, memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Agung sulistio selaku Ketua Umum GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Pemerintah Daerah Pemalang untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, menuntut penyelidikan menyeluruh terkait penyebab tumbangnya pohon dan langkah-langkah pencegahan di masa mendatang.
Pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab pasti tumbangnya pohon. Polres Pemalang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani korban dan merencanakan penataan ulang Alun-alun Pemalang guna mencegah kejadian serupa. Upaya ini meliputi pemeriksaan kondisi pohon-pohon di sekitar alun-alun untuk memastikan keamanan dan keselamatan publik.
Doa dan simpati ditujukan kepada keluarga korban, serta harapan agar para korban luka segera pulih. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur publik dan pengawasan kondisi lingkungan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan..by..(way).