Berita  

Panpel HUT Kemerdekaan RI Ke-80 Kecamatan Tanete Riaja Sampaikan Laporan Pertanggunjawaban Keuangan Dan Pembubaran Panitia

Sulsel
Barruglobalinvestigasinews.com.

Panitia Pelaksana HUT Kemerdekaan RI Ke 80 tahun 2025, melaksanakan pembubaran panitia sekaligus penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Keuangan yang berlangsung di Aula Masseddi Adae Kantor Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, Selasa (26/8/25).

Kegiatan ini dihadiri Wakapolsek Tanete Riaja Ipda Asmadil, Mewakili Danramil 1405-08 Pelda H. Rahman Nur, S.Pdi., Koordinator Umum olahraga Muhammad Sayuti, S.Pd.,Kepala UPT PKM Ralla Saparuddin, S.KM, M.Kes., Kepala UPT PKM Lisu Mansur, S.Kep,Ners., Lurah Lompo Riaja Abdul Salam, S.Sos., Pengawas SD, Para Kepala Sekolah se-Kecamatan Tanete Riaja,pengurus kepanitiaan, Komunitas pemuda, koordinator olahraga dan seni, dan pemerhati kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 80.

Camat Tanete Riaja Dr. Mukti, S.H, M.H. menyampaikan bahwa kegiatan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 80 tingkat Kecamatan Tanete Riaja berjalan dengan baik dan sukses.

“Tahun ini kegiatan yang dilaksanakan berjalan aman, kondusif, tertib dan sukses, bahkan tahun ini ada 4 cabang olahraga raga yang dipertandingkan
yaitu sepak bola, sepak takrow, bola volly dan bulutangkis,” jelas Camat Tanete Riaja.

Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI ke 80 Kecamatan Tanete Riaja Usman, S.Pd, M.Pd., bersama Wakil Ketua Azis Bonto, S.Pd, M.Pd., menyampaikan ucapan Terima kasih kepada seluruh pengurus dan kepanitaan sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan sukses.

“Kegiatan ini berjalan atas dorongan dan dukungan semua eleman masyarakat, sehingga acara bertajuk pesta rakyat berjalan sukses. Dan kita berharap kedepan kegiatan ini semakin ditingkatkan dengan adanya kegiatan lomba karaoke antar instansi,” jelas Usman.

Sementara itu, Sekretaris Panitia HUT Kemerdekaan RI Ke 80 Kecamatan Tanete Riaja Syahrir, S.AP., M.H.,menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran Panitia pada kegiatan tersebut, dengan melibatkan semua pihak mulai dari muspika, pimpinan instansi, para Kepala Sekolah, hingga donatur/sponsor dalam bentuk pertemuan resmi.

“Kegiatan ini sebagaimana layaknya pembentukan Panitia, maka pembubaran panitiapun harus dilaksanakan secara resmi dan terbuka dengan menyampaikan pelaporan pertanggungjawaban yang transparansi dan akuntabilitas,” pungkas Syahrir.

(Jum/Glb).