Pesawaran-
Warga Dusun Tridadi 2, Desa Margo Mulyo, Kecamatan Tegineneng, mendesak Pemdes setempat untuk segera menindaklanjuti surat mosi tidak percaya mereka terhadap Kepala Dusun (Kadus) setempat Eko supriyanto. Didampingi LSM GMBI, mereka menilai sang kadus dinilai gagal mengayomi dan menjadi panutan. Hingga batas waktu yang diberikan, Jumat (5/9/2025), tidak ada respons dari Kades Margo Mulyo, Darsono.
Pesawaran, 6 September 2025 – Suasana Dusun Tridadi 2, Desa Margo Mulyo, tegang menyusul belum ditindaklanjutinya surat mosi tidak percaya masyarakat terhadap Kepala Dusun (Kadus) mereka. Surat yang diserahkan sepekan lalu dan didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bela Indonesia (GMBI) Distrik Pesawaran itu, hingga kini masih terbengkalai di meja Kepala Desa (Kades) Margo Mulyo, Darsono.
Konflik bermula dari kekecewaan warga yang menilai kinerja kadus mereka tidak mencerminkan nilai-nilai pengayoman dan keteladanan. Berbagai pengaduan dan bentuk protes sebelumnya telah disampaikan secara langsung kepada Kades Darsono, namun dianggap tidak digubris.
“Kami sudah tidak percaya lagi. Sudah berkali-kali kami sampaikan keluhan, tapi tidak ada perubahan. Figur pemimpin dusun harusnya bisa jadi panutan, bisa mengayomi, bukan malah menciptakan masalah,” ujar salah satu warga Dusun Tridadi 2 yang enggan menyebutkan detail permasalahan secara spesifik. Warga lainnya,, menambahkan, “Kami hanya ingin dusun kami damai dan dipimpin oleh orang yang didengar aspirasinya. Selama ini suara kami seperti tidak ada harganya.”
Frustasi akibat tidak adanya respons, warga kemudian meminta pendampingan dari LSM GMBI Distrik Pesawaran untuk memperjuangkan aspirasi mereka secara formal.
Rozi yumni, Ketua GMBI Distrik Pesawaran, menyatakan kekecewaannya atas sikap diam Pemdes Margo Mulyo. “Surat mosi tidak percaya yang merupakan aspirasi murni masyarakat ini kami serahkan sejak hari Senin lalu. Hari Jumat adalah batas yang kami berikan untuk menunggu tindak lanjut. Nyatanya, sampai detik ini, tidak ada tanggapan sama sekali dari Bapak Kades Darsono, Ini menunjukkan ketidakpedulian yang sangat terhadap suara rakyatnya,” tegas Rozi saat dikonfirmasi.
Dia memperingatkan bahwa kelambanan ini akan berakibat pada eskalasi aksi. “GMBI siap mendampingi masyarakat untuk membawa aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi. Jika hari ini tidak ada respon, minggu depan kami akan bergerak menghadap Camat Tegineneng. Jika di kecamatan juga tidak ditanggapi dengan serius, kami tidak segan untuk langsung menghadap ibu Bupati Pesawaran. Tuntutan masyarakat jelas: pemberhentian Kadus Tridadi 2 karena kesalahannya dan karena kepercayaan masyarakat sudah habis,” paparnya dengan tegas.
Sampai berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari Kades Margo Mulyo, Darsono, dan melalui aplikasi via whatsapp chatan Ponselnya yang di dapat kalimat, “Sabar ya pak,” Ucap pak Darsono
Keheningan dari pihak pemerintah desa ini justru semakin mengeraskan niat warga. Mereka bertekad untuk terus memperjuangkan haknya hingga tuntutan mereka untuk memiliki pemimpin dusun yang baru dan lebih aspiratif dipenuhi.
Wisda












