Berita  

Camat Tanete Riaja Hadiri Kegiatan Mappalili Musim Tanam 2025-2026 Dan Penyusunan Program Pertanian Di Desa Libureng

Sulsel
Barruglobalinvestigasinews.com.

Pemerintah Desa Libureng melaksanakan Musyawarah Mappalili tingkat Desa Musim tanam 2025-2026 yang merupakan rutinitas setiap tahunnya dalam menentukan musim tanam yang disepakati melalui musyawarah dan duduk bersama dengan segenap kelompok tani bersama Tokoh masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung di aula kantor desa Libureng Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, dengan dihadiri langsung Camat Tanete Riaja Dr.Mukti, S.H, M.H., bersama staf Kecamatan Tanete Riaja Syahrir, S.AP, M.H., Plt Kepala Desa Libureng Fitriani, S. Sos., Kepala UPT BPP Jalan rusak Alimuddin, S.P., Ketua KTNA Tanete Riaja sekaligus PPTS H.Abd.Kadir, Babinsa, Bhabinkamtibmas Desa Libureng, Para Kepala Dusun, RT, dan Tokoh masyarakat, dan para kelompok Tani Desa Libureng, Selasa (16/9/25).

Plt. Kepala Desa Libureng Fitriani, S.Sos, sangat merespon kegiatan Mappalili ini sebagai wujud nyata untuk menyatukan kesepakatan, kebersamaan, waktu, dan masa penanaman padi di Desa Libureng.

“Kita berharap kegiatan duduk bersama dengan Kelompok tani dan masyarakat, mampu memberikan semangat kebersamaan dan kegotong rombongan untuk menentukan sikap pada penyusunan program masa tanam, sehingga tahun ini para petani bisa meningkatkan tatap hidup dari sektor pertanian,” kata Plt. Kepala Desa Libureng.

Pada kesempatan itu, Camat Tanete Riaja menyampaikan pentingnya menyatukan kebersamaan dan kegotong rombongan dalam menyusun program musim tanam tahun ini agar bisa terlaksana dan berhasil guna dalam peningkatan hasil pertanian kita di desa Libureng.

“Kegiatan Mappalili ini sangat penting dilaksanakan untuk menyatukan kebersamaan dalam menyusun program musim tanam dengan jelas, sehingga proses musim tanam tahun ini bisa berjalan sesuai rencana,” kata Camat Tanete Riaja.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala UPT BPP Jalanru Tanete Riaja Alimuddin, S.P., untuk lebih berhati-hati menentukan bibit padi yang tepat pada area persawahan maupun terhadap serangan hama pada tanaman padi.

“Perlu perhatian kepada petani agar mentaati penyusunan program pada musim tanam tahun ini, termasuk jenis atau varietas bibit yang ditanam, kondisi air, maupun pada sistem pemupukan yang berimbang agar hasil pertanian kita bisa ditingkatkan,” jelas Alimuddin.

Sementara, Ketua KTNA Tanete Riaja menyampaikan bahwa untuk memudahkan proses
Penyaluran pupuk itu harus mempunyai data lengkap yaitu KK dan Kartu Keluarga.

“Ini menjadi perhatian bagi semua kelompok tani agar melengkapi data lengkap setiap anggota untuk memudahkan proses penyaluran pupuk Urea dan Phonska, NPK dengan menyertakan nama kelompok, KTP/KK,” kata Abdul Kadir.
(Jum/Glb).