Aceh Singkil – 23 September 2025
Globalinvestigasinewa
Beredar di Media sosial akun Facebook milik Timenyala ID.
Dibagikan berkali-kali, salah satunya dibagikan oleh akun facebook milik seseorang bernama Syafie Ranie.
Seorang anak berusia enam tahun asal Desa Kapa Sesak, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menggunakan sepeda motor.
Setelah mendapat penanganan awal di RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan.
Berdasarkan surat rujukan resmi bertanggal 19 September 2025, pasien perempuan bernama Hasnibar (6) didiagnosis mengalami gangguan serius pada mata.
Dokter merekomendasikan agar pasien segera mendapat pemeriksaan dan penanganan lanjutan di Poli Mata RSUDZA Banda Aceh.
Adi Samridha, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan dari Partai Aceh (PA) yang ikut membantu proses rujukan, mengungkapkan pasien sebenarnya membutuhkan operasi segera.
Dokter memberikan dua pilihan, apakah dirujuk ke Medan atau ke Banda Aceh.
Karena keluarga tidak memiliki akses di Medan, akhirnya diputuskan ke Banda Aceh.
“Waktu di Tapaktuan, rumah sakit bilang tidak ada dokter mata.
Saya sampai telepon direktur, saya minta tolong ini orang miskin dan anaknya harus segera dioperasi.
Akhirnya dibuatlah rujukan rawat jalan,” kata Adi kepada Media, Minggu, 21 September 2025.
Dia mengatakan, keluarga Hasnibar sempat bingung ketika mau berangkat ke Banda Aceh karena tidak memiliki kendaraan.
Adi pun mencoba memberikan nomor sopir mobil angkutan umum.
“Ternyata tiba-tiba mereka berangkat pakai sepeda motor dengan membawa anaknya ke Banda Aceh,” ujar Adi Samridha.
Ia menilai RSUDYA Tapaktuan seharusnya bisa memfasilitasi pasien dengan ambulans, bukan membiarkan keluarga miskin membawa anak sakit sejauh ratusan kilometer menggunakan motor.
“Kondisinya kurus, matanya sudah tidak nampak lagi.
Layak sekali dibantu oleh rumah sakit,” tegasnya.
Ayah pasien, Herman, membenarkan bahwa dirinya membawa Hasnibar dengan sepeda motor menuju Banda Aceh.
“Benar saya bawa anak saya dengan sepeda motor, dan sekarang saya sudah di Punge, Banda Aceh,” kata Herman singkat.(*)
Htb
Sumber: AJNN












