Berita  

29 Calon Pimpinan BAZNAS Kalsel Bersaing Ketat, Mantan Kakanwil Kamenag Kalteng Bacalon.

Banjarmasin,GINEWS TV INVESTIGASI COM.

Berdasarkan investigasi awak media ini dikantor wilayah Kamenag Propinsi Kalsel Kamis 30 Oktober 2025.
Hari ini memang cukup ramai sekali karena ada tes seleksi calon BAZNAS untuk.tingkat Propinsi .Dan Dibenarkan oleh salah salah Panitia seleksi yang juga Kabag TU Kanwil Kamenag yang akrab disapa Pa Hadi.
Menurut pa Hadi jumlah peserta ada 29 orang salah seorang pa Pahmi mantan Ka.kanwil Kamenag Kalteng

Peserta tes terdiri dari berbagai Profesi ada Tokoh akademisi, ASN, ulama, dan insan media ikut memperebutkan kursi pimpinan Baznas Kalimantan Selatan periode 2025–2031.

Ada Sebanyak 29 kandidat Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalimantan Selatan periode 2025–2031 akan bersaing ketat memperebutkan lima kursi pimpinan lembaga pengelola zakat tertinggi di Banua.

Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi — mulai dari akademisi, aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, aktivis sosial, hingga insan media yang dinilai memiliki komitmen dalam pengelolaan zakat yang profesional dan berintegritas.

Dalam daftar peserta seleksi tercatat sejumlah nama yang cukup dikenal publik, di antaranya HM Achmad Rafie (petahana Pimpinan Baznas Kalsel), Dr. Saukani, HM Pajri Muhtadi (mantan Direktur UPZ Bank Kalsel), H Gusti Burhanuddin (Widiaswara) serta Nasrullah (perwakilan Majelis Ulama Indonesia Kalsel).

Tahapan Seleksi Dimulai Akhir Oktober

Seleksi Calon Pimpinan Baznas Kalsel dijadwalkan berlangsung mulai 28 Oktober hingga 30 Oktober 2025, meliputi tes tertulis, psikotes, dan wawancara mendalam oleh tim panitia seleksi (pansel) yang telah ditetapkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan.

Proses seleksi ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengamanatkan agar pimpinan Baznas dipilih melalui mekanisme terbuka dan profesional.

Panitia seleksi memastikan bahwa setiap peserta memiliki kompetensi manajerial, pemahaman syariah zakat, serta integritas moral untuk mengemban amanah pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

“Seleksi dilakukan secara objektif dan transparan, agar terpilih figur terbaik yang mampu memperkuat peran Baznas sebagai lembaga publik yang amanah, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar salah satu anggota tim pansel

Baznas Kalsel memiliki peran strategis dalam mengelola potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah. Berdasarkan data Baznas Kalsel tahun 2024, penghimpunan zakat di provinsi ini mencapai Rp68,4 miliar, dengan fokus penyaluran pada program Kalsel Makmur, Kalsel Cerdas, dan Kalsel Sehat.

Tantangan ke depan bagi pimpinan terpilih bukan hanya meningkatkan penghimpunan zakat, tetapi juga memperkuat digitalisasi layanan zakat, memperluas kolaborasi dengan lembaga filantropi dan CSR perusahaan daerah, serta memastikan penyaluran tepat sasaran hingga pelosok desa.

“Baznas harus menjadi pusat keadilan sosial berbasis keislaman. Tantangannya adalah mengubah zakat menjadi kekuatan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Saukani salah satu peserta seleksi.

Sementara komentar dari pa Pahmi,mantan Kakanwil Kamenag Kalteng atas Keikut sertanya, Bahwa saya sudah purna tugas 7 bulan yang lalu,
Saya ikut ini atas nama rakyat biasa karena sudah purna tugas ,peluang untuk Lulus tes seleksi ini sulit untuk diucapkan karena dari 29 orang yang peserta tes kesemuanya adalah orang_orang hebat Banua.

Optimis kita hidup ini memang harus optimislah tukas pa Pahmi. (Yuday)