Berita  

Ketua Koperasi Plasma Produsen Karya Bersama Maju Berikan Berkas ke Pemda.

Irul Hasibuan berikan berkas kepemilikan lahan, sesuai permintaan Pemda Mandailing Natal,

Mandailing Natal Jum’at 07/10/2025 Global Investigasi News.com
Sengketa lahan usaha 2 milik masyarakat Desa Kapas I yang sudah terang benderang kini telah ditindak lanjuti oleh Bupati Madina Saipullah Nasution SH, dan akan lakukan identifikasi lahan masyarakat yang dikuasai dan di usahai oleh perusahaan plat merah BUMN sejak tahun 2007,

Hairul Hasibuan selaku ketua Koperasi Produsen Karya Bersama Maju Desa Kapas I Kecamatan Batahan, berharap kepada Bupati Madina Saipullah Nasution SH, atas nama masyarakat pemilik lahan U2
agar permasalahan yang sudah sangat jelas atas aduan dan pengakuan pihak perusahaan Noppan Herawan di buktikan dengan peta izin lokasi, yang di berikan oleh Pemda, mereka (PT PN IV KEBUN TIMUR) jelas dan cukup terang menyerobot lahan masyarakat Desa Kapas I yang sudah ber sertifikat untuk menindak perusahaan ini untuk mengembalikan kepada masyarakat yang tergabung di Koperasi Produsen Karya Bersama Maju.

Masyarakat pemilik lahan usaha 2 yang mendapat via WhatsApp juga berharap kepada Bupati Madina kali ini dapat membantu masyarakat, dimana penderitaan yang telah lama dirasakan tak pernah mendapatkan solusi baik dari pemerintah maupun perusahaan BUMN PT PN IV KEBUN TIMUR MANDAILING NATAL, seakan akan ini cuma jadi bancakan saja, dan kepada Bupati kali ini adalah harapan terakhir masyarakat.

M. Faisar Hasibuan selaku pendamping masyarakat via seluler pada awak media Gi news juga meminta agar agar pemerintah Kabupaten Madina, berada di tengah masyarakat, dan juga lakukan penyegeraan, identifikasi lahan sesuai janjinya pada saat RDP di aula kantor bupati 07/08/2025,

Dilanjutkan dengan permintaan pengumpulan berkas Photo Copy Sertifikat pada hari Rabu tanggal 8 Oktober yang dihadiri Camat Batahan Sukiman SE, Kapolsek Batahan AKP Sahat Pangaribuan, Mukhtar Afandi Eselon II, untuk melanjutkan identifikasi lahan, dan hari ini sudah kami berikan, jadi saya harap tidak ada lagi penguluran waktu, harap M.Faisar Hasibuan. (MO).