Elisabeth Arindah Siallagan Mahasiswa Program Study agribisnis Fakultas Pertanian Perikanan Dan Kelautan
Provinsi kepulauan bangka belitung
Ginewstv Investigasi.com
Bangka belitung , Kamis .13-11_2025
Jempol di layar bisa jadi alat komunikasi, tapi juga bisa berubah jadi senjata bisa berubah jadi senjata yang menyakiti orang lain”
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi ruang utama bagi masyarakat untuk berinteraksi, berbagi informasi, dan mengekpresikan diri. Media sosial kini tak hanya jadi tempat berbagi, tapi juga arena perundungan.
Namun, dibalik kemudahan komunikasi itu, muncul fenomena yang mengkhawatirkan yaitu cyberbullying.
Kasus cyberbullying makin marak di berbagai platform, mulai dari ejekan, penyebaran foto pribadi, hingga komentar jahat yang bisa menghancurkan mental korban.
Beberapa kejadian nyata di Indonesia menunjukkan dampak seriusnya bagi remaja dan publik figur mengalami depresi bahkan trauma akibat serangan di dunia maya. Ironisnya, banyak pelaku merasa tindakannya sekadar “bercanda” atau “bebas berpendapat”.
Dampak cyberbullying tidak main-main seperti: stres, kehilangan kepercayaan diri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Meski sudah ada upaya pemerintah dan platform media sosial menindak pelaku, kunci utamanya tetap pada kesadaran pengguna.
Ginewstv Investigasi.com.(Fuad)












