Florencia Abelia Rusandi Mahasiswi Program Study Agribisnis Fakultas Pertanian Perikanan Dan Kelautan
Provinsi kepulauan bangka belitung
Ginewstv Investigasi.com.
Perkembangan teknologi digital sekarang ini benar-benar luar biasa. Hampir semua aspek kehidupan sudah tersentuh oleh teknologi, mulai dari cara kita belajar, bekerja, sampai bersosialisasi. Semua serba cepat, praktis, dan bisa dilakukan dari mana saja. Namun, di balik semua kemudahan itu, ada sisi lain yang kadang kita lupa, yaitu kita menjadi terlalu bergantung pada dunia digital.
Coba perhatikan, berapa lama kita bisa lepas dari ponsel?
Hampir setiap menit ada notifikasi baru, entah dari WhatsApp, Instagram, atau email. Kadang tanpa sadar, waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk istirahat malah habis untuk scroll media sosial. Kita memang makin “terhubung”, tetapi kadang juga makin jauh dari dunia nyata.
Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa digitalisasi juga banyak membantu. Kuliah online misalnya, membuat proses belajar menjadi lebih fleksibel. Mahasiswa bisa mencari referensi lewat internet tanpa harus ke perpustakaan. Banyak juga peluang kerja baru yang muncul dari dunia digital, seperti content creator atau freelancer online. Jadi sebenarnya, teknologi bisa menjadi hal positif jika kita tahu cara memanfaatkannya.
Masalahnya, sering kali kita kebablasan. Bukan hanya soal waktu, tetapi juga soal fokus dan kesehatan mental. Banyak yang merasa cemas kalau tidak membuka media sosial, atau mudah membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Dari sini terlihat bahwa teknologi tidak hanya soal kemajuan, tetapi juga soal pengendalian diri.
Menurut saya, kuncinya ada pada keseimbangan. Teknologi itu alat, bukan penguasa. Kita yang harus mengatur kapan waktunya online, kapan waktunya istirahat. Selama kita bisa bijak, dunia digital bisa menjadi ruang yang sangat bermanfaat, bukan
Ginewstv Investigasi Com.(Fuad)










