Dina Sartika Mahasiswa Program Study agribisnis Fakultas Pertanian Perikanan Dan Kelautan
Provinsi kepulauan bangka belitung
Ginewstv Investigasi.com
Bangka Belitung.Sabtu.15-11-2025 – Pendahuluan
Pada era digital saat ini, aktivitas berbagi informasi di dunia maya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, tidak sedikit orang yang tanpa sadar membagikan terlalu banyak informasi pribadi atau yang dikenal sebagai oversharing. Artikel ini akan membahas bahaya oversharing di dunia maya dan pentingnya menjaga jejak digital yang tidak pernah hilang. Artikel ini ditulis pada tanggal 13 November 2025, berlokasi Bangka Belitung,
Pengertian Oversharing dan Jejak Digital
Oversharing adalah perilaku membagikan terlalu banyak informasi pribadi di media sosial atau platform digital, baik sengaja maupun tidak. Sementara itu, jejak digital adalah rekam jejak aktivitas seseorang di internet yang tersimpan dalam bentuk data digital. Jejak digital dapat berupa unggahan foto, status, komentar, hingga informasi pribadi seperti alamat, nomor telepon, dan data penting lainnya.
Jejak Digital: Tidak Pernah Benar-Benar Hilang
Banyak yang beranggapan bahwa menghapus unggahan di media sosial berarti data tersebut hilang selamanya. Faktanya, informasi yang sudah pernah dibagikan di dunia maya dapat tetap tersimpan di server, diarsipkan oleh pihak ketiga, atau bahkan diambil oleh orang lain melalui tangkapan layar. Dengan kata lain, jejak digital Anda akan selalu meninggalkan bekas, seperti pepatah “sekali di internet, selamanya di internet.”
Bahaya Oversharing di Dunia Maya
• Pencurian Identitas – Informasi pribadi yang dibagikan secara berlebihan dapat dimanfaatkan oknum untuk melakukan pencurian identitas, seperti menggunakan data Anda untuk keperluan ilegal.
• Penipuan dan Scamming – Data yang diunggah di media sosial sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan penipuan, misalnya dengan mengaku sebagai keluarga atau teman dekat.
• Pemerasan (Sextortion) – Oversharing dapat membuka peluang bagi pelaku pemerasan yang mengancam akan menyebarkan data atau foto pribadi jika tidak memenuhi permintaan mereka.
• Kehilangan Kesempatan Kerja – Banyak perusahaan yang kini melakukan pemeriksaan jejak digital calon karyawan. Postingan yang tidak pantas atau kontroversial bisa berdampak buruk pada karier Anda di masa depan.
• Kerusakan Reputasi – Unggahan lama yang bernada negatif atau sensitif dapat menjadi bumerang di kemudian hari, merusak reputasi Anda di masyarakat atau lingkungan profesional.
Tips Menghindari Oversharing dan Menjaga Jejak Digital
- Selalu pikirkan dua kali sebelum membagikan informasi pribadi di dunia maya.
- Gunakan fitur privasi pada akun media sosial untuk membatasi siapa saja yang dapat melihat unggahan Anda.
- Hapus secara berkala unggahan lama yang dianggap sensitif atau tidak relevan lagi.
- Jangan mudah tergoda membagikan data pribadi, terutama yang berhubungan dengan identitas, keuangan, atau lokasi saat ini.
- Edukasi diri tentang ancaman keamanan siber dan cara melindungi diri di dunia maya.
Jejak digital adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan di era internet. Sekali sesuatu dibagikan di dunia maya, sangat sulit untuk benar-benar menghapusnya. Oversharing bisa membuka celah bagi berbagai ancaman, mulai dari pencurian identitas hingga kerusakan reputasi. Oleh karena itu, bijaklah dalam bermedia sosial dan selalu utamakan privasi serta keamanan data diri.
Ginewstv Investigasi.com.(Fuad)












